Sleman ngaku tak bisa kendalikan harga sembako

Jum'at, 19 Juli 2013 - 12:48 WIB
Sleman ngaku tak bisa...
Sleman ngaku tak bisa kendalikan harga sembako
A A A
Sindonews.com - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sleman, Yogyakarta mengaku tidak bisa mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama cabai rawit, bawang merah dan daging sapi di pasar-pasar tradisional.

Selain tidak memiliki kewenangan menentukan kebijakan, masalah harga juga terkait dengan ketersediaan barang tersebut. Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman, Pustopo mengatakan, masalah harga barang-barang di pasar karena menyangkut lintas sektoral, sehingga untuk kebijakan pusat.

Sebab, kata dia, jika daerah memiliki kebijakan dalam menentukan harga, tentunya akan ada perbedaan harga antar daerah. "Hal inilah yang menyebabkan kami tidak bisa mengendalikan harga," katanya usai menjelaskan kegiatan pasar Lebaran 2013, Jumat (19/7/2013).

Sementara, untuk masalah harga juga menyangkut keberadaan barang. Apakah menyangkut musim atau tidak ada stok. Jika banyak barang tentunya harga akan murah, sebaliknya jika sedikit atau langka harga barang akan mahal. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Untuk harga juga tidak bisa lepas dari permainan pedagang besar. Sebab biasanya ada barang yang ditahan mereka dan baru melepasnya saat permintaan banyak. Sementara, barang sedikit atau tidak sebanding dengan permintaan," ujarnya.

Menurut Pustopo, walau pemkab mengetahui hal ini, tetap tidak bisa berbuat banyak. Namun bukan berarti pemkab membiarkan hal tersebut. Untuk mengatasinya, selain terus memantau harga juga mengupayakan pengadaan barang. Namun, pengadaan barang ada kendala, yakni kesulitan cari stok.

Kabid perdagangan dalam negeri Disperindagkop Sleman, Istiqomah mengatakan, untuk memenuhi barang-barang tersebut seperti cabai, bawang merah dan daging sapi, Sleman harus mendatangkan dari beberapa daerah, seperti bawang merah dari Brebes dan sapi dari Bantul.

"Dari kenaikan harga yang paling tinggi tiga barang tersebut," kata Istigomah.

Dari ketiganya, kenaikan paling tinggi adalah bawang merah dari Rp27750 menjadi Rp42.500 per kg. Kemudian cabai rawit dari 47.250 menjadi Rp58.750 per kg dan daging sapi dari Rp92.500 menjadi Rp93.500 per kg.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komunitas Jurnalis Bandung...
Komunitas Jurnalis Bandung Berbagi Sembako Guna Semangati Nakes
Bantu Tenaga Medis dan...
Bantu Tenaga Medis dan Karyawan, OMNI Hospitals Gelar Bazar Sembako Murah
Polsek Medan Baru Salurkan...
Polsek Medan Baru Salurkan Sembako Kepada Warga Kelurahan Sari Rejo
Ramadhan & Idul Fitri...
Ramadhan & Idul Fitri 2021, BUMN Ini Luncurkan Paket Sembako Murah
Bantu Warga, Program...
Bantu Warga, Program Tebus Sembako Murah SandiUno Sasar Warga Sidoarjo
Harga Sembako di Kabupaten...
Harga Sembako di Kabupaten Gowa Mulai Merangkak Naik
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
21 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
23 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
27 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
28 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
2 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved