Hatta ancam penalti kepada importir bandel

Jum'at, 19 Juli 2013 - 14:03 WIB
Hatta ancam penalti...
Hatta ancam penalti kepada importir bandel
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) duduk bersama membahas masalah waktu inap kontainer (dwelling time) yang terlalu lama di pelabuhan Tanjung Priok.

Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menganjurkan penalti (hukuman) berupa progresif pajak atau bea bagi para importir yang menumpuk kontainer terlalu lama di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Ke depan harus ada penalti, terutama bagi importir yang menempatkan barangnya di dalam pelabuhan dan tidak mengambil maka akan dikenakan progresif pajak," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Hatta juga menyebut penerapan bea atau progresif pajak merupakan reward and punishment terhadap para importir. "Bea ini bukan kita mau cari uang, tapi ini sebagai reward and punishment," katanya.

Hatta menambahkan, masalah utama dalam pelabuhan Tanjung Priok adalah adanya 4 ribu kontainer yang ada di dalam sehingga menambah dwelling time.

"Oleh karena itu kontainer itu disepakati untuk dikeluarkan di luar area pelabuhan, karena infrastruktur lagi berbenah ini waktunya lama sekali, makanya untuk sementara kita cari lahan di luar pelabuhan," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
7 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
36 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved