Harga daging di Muba masih bertengger Rp110 ribu/kg
Jum'at, 19 Juli 2013 - 16:47 WIB
Harga daging di Muba masih bertengger Rp110 ribu/kg
A
A
A
Sindonews.com - Meski mengalami penurunan, harga daging sapi di kota Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) masih terbilang tinggi, yakni Rp110 ribu per kg dari sebelumnya Rp120 ribu per kg.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Banyuasin, meminta warga tidak panik dengan memborong sembako dan daging dalam jumlah berlebihan. Sebab, pasokan sembako masih mencukupi.
Di Pasar Pagi Perjuangan Kota Sekayu, beberapa komoditi ada yang mengalami penurunan namun tak sedikit masih tinggi. Menurut pedagang daging, Irma, permintaan terhadap daging sejak sepekan pertama Ramadan mengalami penurunan.
Ditambah masuknya pasokan daging, sehingga harganya turun. "Sepekan lalu harga daging sampai Rp120 ribu per kg. Sekarang jadi Rp110 ribu per kg," ungkap dia, Jumat (19/7/2013).
Rido, pedagang di pasar tersebut mengatakan, untuk harga telur sekarang Rp19 ribu per kg. Namun, untuk harga daging ayam mengalami penurunan. Sementara itu, harga ikan patin sungai musi dijual cukup tinggi yakni Rp130 ribu per kg. Ikan gabus dan baung sekitar Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kg.
Pedagang lainnya, Iwan menuturkan, kenaikan harga tidak bisa dihindari karena pasokan juga terbatas. Dan terimbas kenaikan harga BBM. Dia mencontohkan harga beras 20 kg dikarung naik Rp4 ribu per karung.
Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindag Kabupaten Muba, Rosihan Arpani menuturkan, kenaikan akibat dampak BBM masih terus dipantau.
Untuk itu, sudah menurunkan tim untuk terus memantau harga sembako di pasar setiap hari. "Kita harapkan ada tambahan atau diperbanyak masuknya barang, apalagi ini Ramadan dan mau Lebaran," terangnya.
Pihaknya mengimbau agar warga tidak panik dengan membeli sembako dalam jumlah berlebihan untuk kebutuhan Lebaran. Karena stok sembako masih mencukupi hingga usai Lebaran.
Dia menuturkan, untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako pihak Disperindag siap untuk menggelar operasi pasar jika memang diperlukan. "Kami yakin kenaikan harga akan kembali stabil dan kenaikan hanya bersifat sementara," terang Rosihan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Banyuasin, meminta warga tidak panik dengan memborong sembako dan daging dalam jumlah berlebihan. Sebab, pasokan sembako masih mencukupi.
Di Pasar Pagi Perjuangan Kota Sekayu, beberapa komoditi ada yang mengalami penurunan namun tak sedikit masih tinggi. Menurut pedagang daging, Irma, permintaan terhadap daging sejak sepekan pertama Ramadan mengalami penurunan.
Ditambah masuknya pasokan daging, sehingga harganya turun. "Sepekan lalu harga daging sampai Rp120 ribu per kg. Sekarang jadi Rp110 ribu per kg," ungkap dia, Jumat (19/7/2013).
Rido, pedagang di pasar tersebut mengatakan, untuk harga telur sekarang Rp19 ribu per kg. Namun, untuk harga daging ayam mengalami penurunan. Sementara itu, harga ikan patin sungai musi dijual cukup tinggi yakni Rp130 ribu per kg. Ikan gabus dan baung sekitar Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kg.
Pedagang lainnya, Iwan menuturkan, kenaikan harga tidak bisa dihindari karena pasokan juga terbatas. Dan terimbas kenaikan harga BBM. Dia mencontohkan harga beras 20 kg dikarung naik Rp4 ribu per karung.
Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindag Kabupaten Muba, Rosihan Arpani menuturkan, kenaikan akibat dampak BBM masih terus dipantau.
Untuk itu, sudah menurunkan tim untuk terus memantau harga sembako di pasar setiap hari. "Kita harapkan ada tambahan atau diperbanyak masuknya barang, apalagi ini Ramadan dan mau Lebaran," terangnya.
Pihaknya mengimbau agar warga tidak panik dengan membeli sembako dalam jumlah berlebihan untuk kebutuhan Lebaran. Karena stok sembako masih mencukupi hingga usai Lebaran.
Dia menuturkan, untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako pihak Disperindag siap untuk menggelar operasi pasar jika memang diperlukan. "Kami yakin kenaikan harga akan kembali stabil dan kenaikan hanya bersifat sementara," terang Rosihan.
(izz)
Lihat Juga :