Ekonom: Lelang swap valas tak bisa atasi rupiah

Sabtu, 20 Juli 2013 - 13:14 WIB
Ekonom: Lelang swap...
Ekonom: Lelang swap valas tak bisa atasi rupiah
A A A
Sindonews.com - Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan, lelang swap valas (valuta asing) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) tidak akan bisa menjawab permasalahan utama pelemahan nilai tukar rupiah.

"(Lelang swap valas) tidak menjawab problem fundamental dari pelemahan rupiah," jelas Purba di kediaman Chairul Tanjung (CT), Jakarta, Jumat (19/7/2013) malam.

Dia mengatakan, pelemahan rupiah sudah terjadi karena current account (CA) defisit. "BI harus memandang dan menjelaskan ke publik akan mengubah pandangannya, bahwa mereka tidak suka rupiah melemah. Karena CA negatif," ujarnya.

Purba menyebut BI terlalu panik. Bahkan, mengeluarkan bauran kebijakan yang justru memperlambat ekonomi dan melemahkan rupiah sendiri.

"Current account negatif tidak bahaya apabila di adress dengan betul. BI memandang itu bahaya sekali sehingga mereka mau memperlambat ekonomi, bahkan melemahkan rupiah. Tapi, ketika nilai tukar lebih dari Rp10 ribu per dolar malah agak panik," ungkap Purba.

Sebelumnya diberitakan, BI telah melakukan lelang swap valas dan berhasil menyerap USD600 juta atau lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar USD500 juta. Dalam lelang tersebut, terdapat kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan jumlah total mencapai USD1,24 miliar. Adapun tenor yang ditawarkan dalam lelang ini adalah 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan.

Lelang swap valas ini merupakan bagian dari penguatan bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia. Ada tiga hal yang ingin dicapai dari lelang tersebut. Pertama, sebagai bagian dari penguatan operasi moneter BI untuk pengelolaan likuiditas valas dan rupiah di pasar.

Kedua, lelang tersebut dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) bagi investor maupun pengusaha terhadap risiko pergerakan nilai tukar rupiah atas kebutuhan likuiditas valas dan rupiah.

Ketiga, lelang swap valas ini merupakan salah satu upaya BI mendorong pendalaman pasar melalui pembentukan harga yang lebih efisien dan transparan, serta pengayaan instrumen.

BI sejauh ini meyakini berbagai langkah penguatan bauran kebijakan yang ditempuhnya akan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, maupun stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Lelang swap valas merupakan transaksi jual/beli suatu valuta asing terhadap valuta asing lainnya pada tanggal penyerahan valuta tertentu di masa yang akan datang, dan diikuti secara bersamaan dengan perjanjian untuk menjual/membeli kembali valuta asing, dengan harga yang telah ditentukan pada saat transaksi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
13 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
28 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved