Produk pangan impor ilegal beredar di Sulawesi

Sabtu, 20 Juli 2013 - 17:30 WIB
Produk pangan impor...
Produk pangan impor ilegal beredar di Sulawesi
A A A
Sindonews.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM) Sulawesi Selatan dan Barat menemukan peredaran produk makanan impor ilegal beredar di wilayahnya.

Kepala BP POM Sulselbar, Muhammad Guntur mengatakan, produk ilegal yang tidak beregistrasi ini didominasi minuman kaleng dan minuman berenergi. Produk-produk tersebut berasal dari China, Malaysia, dan Thailand.

“Kalau sudah teregister berarti sudah melalui uji mutu, kelayakan, dan keamanan dari BP POM. Kalau tidak, maka kita tidak bisa menentukan standarisasi kelaikan makanan dan minumnya,” ungkap Guntur, Sabtu (20/7/2013).

Dia mengatakan, temuan ini diperoleh setelah hasil uji sampel dilakukan di beberapa pasar tradisional dan swalayan. Di Makassar misalnya, dilakukan hasil uji lab terhadap 128 sampel yang dilaksanakan dalam satu pekan sejak hari ketiga puasa hingga Jumat (19/7/2013).

“Kami harapkan kewaspadaan masyarakat untuk lebih teliti terhadap produk pangan yang beredar. Untuk mengetahui apakah sudah teregistrasi silakan periksa kodenya. Untuk produk dalam negeri terdapat kode registrasi MD. Luar negeri ML, serta industri rumah tangga dengan kode PIRT,” terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved