Awal pekan, IHSG diproyeksi bergerak terbatas
Senin, 22 Juli 2013 - 08:19 WIB
Awal pekan, IHSG diproyeksi bergerak terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Mulai adanya aksi profit taking dan laju bursa saham global yang mulai variatif membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bergerak terbatas.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pada perdagangan awal pekan ini akan berada pada support 4.688-4.712 dan resistance 4.734-4.758.
"Berpola menyerupai shooting star di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak naik terbatas mendekati area overbought," kata dia mengawali pekan ini, Senin (22/7/2013).
"Laju IHSG bergerak tipis dimana mampu bertahan di atas target support kami (4.689), namun juga gagal menyentuh target resisten (4.744). Waspadai mulai terjadinya pembalikan arah (jika ada)," tegasnya.
Menilik perdagangan akhir pekan kemarin, masih positifnya bursa saham Eropa dan AS pasca testimoni The Fed, kenaikan prospek utang AS menjadi stabil dari negatif dengan peringkat AAA oleh Moody’s, rilis kinerja emiten yang sampai dengan saat ini di atas estimasi pelaku pasar mampu berimbas positif pula pada IHSG, sehingga dapat bertahan di zona hijau meskipun bursa saham Asia melaju variatif cenderung melemah.
Seperti biasa, mulai adanya aksi profit taking serta imbas pelemahan pada bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa sempat membawa IHSG ke lembah merah sebelum akhirnya mampu ditutup menghijau.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.740,06 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.706,47 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.724,41," papar Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Bursa saham Asia variatif cenderung melemah tipis setelah saham-saham utilitas China melemah. Begitupun dengan saham-saham pengembang yang juga melemah karena ekspektasi pemerintah akan meredam pertumbuhan sektor ini setelah sehari sebelumnya dirilis house price China yang mengalami peningkatan.
Sentimen negatif juga datang dari rilis penilaian BlackRock Inc. bahwa pertumbuhan ekonomi China melambat di level 6,5 persen dari 7,5 persen pada kuartal sebelumnya dan jelang pemilu di Jepang dimana hasilnya telah diperkirakan Abe masih akan menang, sehingga tidak menjadikan sentimen baru.
Variatifnya bursa saham Asia mempengaruhi laju bursa saham Eropa yang mulai bergerak melemah.
Pelemahan dipicu penurunan saham-saham teknologi seiring dengan turunnya kinerja produsen chip, ARM; melesetnya perkiraan kinerja Microsoft Corp.; penurunan proyeksi laba bersih Royal Vopak NV.; dan rilis laba-pendapatan Google Inc. yang di bawah estimasi.
Adanya rilis kenaikan trade balance Spanyol belum cukup mampu membalikkan posisi indeks karena pelaku pasar saat ini berfokus pada rilis kinerja keuangan emiten.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pada perdagangan awal pekan ini akan berada pada support 4.688-4.712 dan resistance 4.734-4.758.
"Berpola menyerupai shooting star di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak naik terbatas mendekati area overbought," kata dia mengawali pekan ini, Senin (22/7/2013).
"Laju IHSG bergerak tipis dimana mampu bertahan di atas target support kami (4.689), namun juga gagal menyentuh target resisten (4.744). Waspadai mulai terjadinya pembalikan arah (jika ada)," tegasnya.
Menilik perdagangan akhir pekan kemarin, masih positifnya bursa saham Eropa dan AS pasca testimoni The Fed, kenaikan prospek utang AS menjadi stabil dari negatif dengan peringkat AAA oleh Moody’s, rilis kinerja emiten yang sampai dengan saat ini di atas estimasi pelaku pasar mampu berimbas positif pula pada IHSG, sehingga dapat bertahan di zona hijau meskipun bursa saham Asia melaju variatif cenderung melemah.
Seperti biasa, mulai adanya aksi profit taking serta imbas pelemahan pada bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa sempat membawa IHSG ke lembah merah sebelum akhirnya mampu ditutup menghijau.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.740,06 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.706,47 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.724,41," papar Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Bursa saham Asia variatif cenderung melemah tipis setelah saham-saham utilitas China melemah. Begitupun dengan saham-saham pengembang yang juga melemah karena ekspektasi pemerintah akan meredam pertumbuhan sektor ini setelah sehari sebelumnya dirilis house price China yang mengalami peningkatan.
Sentimen negatif juga datang dari rilis penilaian BlackRock Inc. bahwa pertumbuhan ekonomi China melambat di level 6,5 persen dari 7,5 persen pada kuartal sebelumnya dan jelang pemilu di Jepang dimana hasilnya telah diperkirakan Abe masih akan menang, sehingga tidak menjadikan sentimen baru.
Variatifnya bursa saham Asia mempengaruhi laju bursa saham Eropa yang mulai bergerak melemah.
Pelemahan dipicu penurunan saham-saham teknologi seiring dengan turunnya kinerja produsen chip, ARM; melesetnya perkiraan kinerja Microsoft Corp.; penurunan proyeksi laba bersih Royal Vopak NV.; dan rilis laba-pendapatan Google Inc. yang di bawah estimasi.
Adanya rilis kenaikan trade balance Spanyol belum cukup mampu membalikkan posisi indeks karena pelaku pasar saat ini berfokus pada rilis kinerja keuangan emiten.
(rna)
Lihat Juga :