KKR resmi beli 9,5% saham TPSF

Senin, 22 Juli 2013 - 21:48 WIB
KKR resmi beli 9,5%...
KKR resmi beli 9,5% saham TPSF
A A A
Sindonews.com - Pemegang saham pengendali PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau yang biasa dikenal TPSF telah menandatangani kesepakatan dengan KKR, firma investasi global terkemuka dengan aset dalam pengelolaan lebih dari USD78 miliar.

Pemegang saham pengendali akan menjual sekitar 9,5 persen saham di TPSF dengan nilai tertentu kepada KKR Asset Management LLC.

"Dengan mitra jangka panjang yang kuat seperti KKR, kami memiliki pemegang saham yang tidak hanya memiliki keahlian mendalam di industri makanan dan ritel. Tapi juga mitra yang memiliki visi sama yang dapat membantu TPSF tumbuh sebagai salah satu perusahaan terkemuka di industri makanan dan industri yang berhubungan dengan makanan," ungkap CEO Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Grup, Joko Mogoginta dalam rilisnya kepada Sindonews, Senin (22/7/2013).

Seperti diketahui, TPSF dikendalikan oleh Grup TPS yang berdiri lima dasawarsa lalu di Jawa Tengah. Perusahaan ini termasuk salah satu pemain besar industri makanan Indonesia dengan merek produknya yang terkenal seperti makanan ringan Taro, Mie Kremezz, Ayam Dua Telor, Superior, Tanam Jagung, Permen Gulas dan Beras Ayam Jago.

Melalui anak usahanya, TPSF menjalin kerja sama di bidang perkebunan kelapa sawit dengan Bunge Agribusiness, salah satu pemain global dalam industri komoditas pertanian.

Direktur KKR Asia Tenggara, Ridha Wirakusumah mengatakan, Indonesia berada dalam lintasan ekonomi yang tepat untuk menjadi salah satu dari 10 negara dengan perekonomian terbesar pada 2030. Pihaknya juga memperkirakan ekonomi konsumennya akan menempati urutan ketiga terbesar pada 2050, di bawah Cina dan India.

Selain itu, dia juga menilai Indonesia memiliki pasar besar dengan pertumbuhan menarik, dan untuk beberapa waktu pihaknya telah mencari perusahaan berbasis pelanggan seperti TPSF ini.

"Kami menyadari bahwa perusahaan ini adalah perusahaan besar dengan ambisi untuk tumbuh. Kami sangat senang dapat bermitra dengan tim manajemen yang berpengalaman yang akan mendukung pertumbuhan di pasar yang penting ini," jelasnya.

Setelah penyelesaian transaksi yang diperkirakan akan berlangsung pada Agustus, KKR akan menjadi pemegang saham terbesar kedua setelah TPS. KKR juga akan mendapatkan hak menominasikan satu anggota dewan komisaris, mendampingi Anton Apriyantono (mantan Menteri Pertanian), Kang Hongkie Widjaja (pendiri PT Asia Inti Selera), Haryadi (Guru Besar Pertanian Universitas Gadjah Mada), Bondan Haryo Winarno (pakar kuliner), dan Hengky Koestanto (mantan direktur TPSF).

Sementara, yang bertindak sebagai penasihat bersama untuk TPS Grup dalam transaksi ini adalah Rabobank International Singapore Branch dan PT Rotschild Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merasa Dibohongi, FORSA...
Merasa Dibohongi, FORSA Tuntut Mantan Pejabat AISA Dihukum Berat
Pembukaan Gerai Keenam...
Pembukaan Gerai Keenam Taco Bell di Paramount Gading Serpong
Konvoi Armada Ungu Menandai...
Konvoi Armada Ungu Menandai Dibukanya Taco Bell Paramount Gading Serpong
Bulan Bakti PT Timah...
Bulan Bakti PT Timah Tbk Tahun 2022 Sukses Digelar di Tiga Provinsi
Imbas Covid-19, KFC...
Imbas Covid-19, KFC Indonesia Potong Gaji dan Tunda THR
Bihunku Seduh, Solusi...
Bihunku Seduh, Solusi Alternatif Makanan Instan Sehat, Bernutrisi Ciptakan Generasi Lebih Baik
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
7 menit yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
24 menit yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
1 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
3 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
4 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
5 jam yang lalu
Infografis
Alasan Sekutu NATO Menyesal...
Alasan Sekutu NATO Menyesal Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved