Dolar di perdagangan Asia melemah

Selasa, 23 Juli 2013 - 11:25 WIB
Dolar di perdagangan...
Dolar di perdagangan Asia melemah
A A A
Sindonews.com - Harga dolar di perdagangan Asia hari ini tergelincir, setelah data buruk perumahan AS meningkatkan kemungkinan program stimulus Federal Reserve AS (Fed) tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Dilansir dari AFP, Selasa (23/7/2013), greenback diambil 99,49 yen pada akhir perdagangan pagi di Tokyo, turun dari 99,59 yen di New York, Senin sore waktu setempat, dan lebih baik dari tingkat 100 yen pada akhir pekan lalu. Sementara euro dibeli 131,37 yen dan USD1,3205, dari 131,33 yen dan USD1,3186.

Diketahui, National Association of Realtors melaporkan, penjualan rumah AS turun 1,2 persen di tingkat tahunan menjadi sebesar 5.080.000 pada Juni, dari revisi 5,15 juta pada Mei. Sementara rata-rata estimasi analis pada kecepatan 5.280.000.

Berita itu menunjukkan ekonomi AS masih belum mampu mendukung dirinya sendiri tanpa suntikan dana besar dari pembelian obligas Fed, yang dapat mendorong kembali skema bank.

Di sisi lain, kemenangan partai Perdana Menteri Shinzo Abe dalam pemilihan majelis tinggi memberinya kontrol penuh dalam negeri dan otot legislatif dalam upaya meningkatkan perekonomian.

Namun, Credit Agricole mengatakan, "Kemenangan pemilu ... tidak memberikan langkah tajam lebih tinggi (dolar terhadap yen) yang banyak dicari." Sementara penurunan yield obligasi AS dalam beberapa hari terakhir juga dapat menyeret dolar turun.

"Pasar sekarang akan mencari reformasi yang lama ditunggu Abe, tetapi kemenangan pemilu ini akan dibutuhkan untuk memenangkan kepentingan partainya, sehingga tugasnya lebih mudah," ujar Credit Agricole.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cerita Besar Bitcoin...
Cerita Besar Bitcoin Tahun Ini, Apakah Mencemari Planet?
Perbedaan Mata Uang...
Perbedaan Mata Uang China Yuan dengan Renminbi, Ini Jawabannya!
Negara Afrika Ini Sangat...
Negara Afrika Ini Sangat Tergila-gila dengan Uang Kripto, Ini Alasannya
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Sri Mulyani Sebut Mata...
Sri Mulyani Sebut Mata Uang Kripto Jadi Ancaman, Kok Bisa?
Bukan Rupiah, Berikut...
Bukan Rupiah, Berikut Ini 5 Mata Uang Tertua di Indonesia
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved