Jepang resmi gabung negosiasi perdagangan Trans-Pasifik

Selasa, 23 Juli 2013 - 20:12 WIB
Jepang resmi gabung...
Jepang resmi gabung negosiasi perdagangan Trans-Pasifik
A A A
Sindonews.com - Jepang dilaporkan secara resmi bergabung dengan perundingan perjanjian pimpinan Trans-Pasifik, meningkatkan harapan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) akan mencakup hampir 40 persen dari ekonomi global.

Delegasi dari negara-negara Asia-Pasifik, Amerika Latin dan Amerika Serikat (AS) telah bertemu di Kota Kinabalu, ibukota negara bagian timur Sabah, Malaysia, sejak 15 Juli untuk mendorong maju Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Jepang, yang telah mengamati pembicaraan dari belakang, hanya membuat komitmen masuk perundingan setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkuasa pada Desember 2012.

Delegasi Jepang bergabung pada pembicaraan di putaran ke-18 hari ini, kata seorang pejabat yang terlibat dalam diskusi yang menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

"Perdagangan bebas adalah pilar kebijakan diplomatik negara kita. Dengan tegas melindungi apa yang kita miliki untuk melindungi dan menekan apa yang harus kita tekan. Kita akan mengejar hasil terbaik dan berkontribusi untuk kepentingan nasional kita," kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga menanggapi rencana pembicaraan, seperti dilansir dari AFP, Selasa (23/7/2013).

Jepang telah menghadapi resistensi protes dari para petani yang menentang rencana Jepang gabung dengan perdagangan bebas TTP. Tapi, setelah Partai Demokrat Liberal (LDP), meraih kemenangan dalam pemilihan majelis tinggi, di mana pemerintah Abe mendapatkan kontrol atas kedua kamar legislatif, berjanji akan melakukan reformasi.

Abe akan berada di Malaysia Kamis (25/7/2013), sebelum pertemuan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang direncanakan di Singapura, Jumat (26/7/2013).

"Semakin terbuka, semakin baik untuk semua negara yang terlibat. Ini sinyal yang baik bahwa mereka (Jepang) bersedia untuk terlibat dan terlibat," ujar Gundy Cahyadi, ekonom OCBC Bank Singapura.

Dalam pembicaraan TTP, Jepang bergabung dengan Australia, Brunei, Kanada, Chili, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Amerika Serikat dan Vietnam.

TPP telah menghadapi perlawanan di beberapa negara. Salah satunya di tuan rumah Malaysia. Protes dilancarkan, karena mereka khawatir akan membahayakan kedaulatan negara dan menyerukan pemerintah mengungkap rincian perjanjian tersebut secara terbuka.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
43 menit yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
10 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
11 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
11 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved