IHSG terkoreksi, investor tak perlu panik

Rabu, 24 Juli 2013 - 09:22 WIB
IHSG terkoreksi, investor...
IHSG terkoreksi, investor tak perlu panik
A A A
Sindonews.com - Mandiri Investasi melihat masih adanya potensi koreksi terhadap Indek Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga investor diharapkan sedikit bersabar dan tidak panik atas pelemahan yang mungkin terjadi.

Direktur Sales Mandiri Investasi, Wendy Iskandar mengatakan, saat ini dunia pasar modal di berbagai belahan dunia tengah terguncang setelah merespon rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mencabut kebijakan Quantitative Easing (QE).

"Kenapa kemarin market koreksi? Kalau dari global karena Quantitative Easing (QE) mau di-stop. Itu direspon sama pasar kalau QE berhenti menyebabkan pasar koreksi. Itu bukan fenomena di Indonesia saja, semua negara kena koreksi," ujarnya di Publico, Jakarta, Selasa (23/7/2013) malam.

Adapun penghentian program QE tersebut dikarenakan asumsi bahwa ekonomi AS mulai membaik. "Kenapa di-stop karena Amerika ekonominya membaik. Walaupun secara data belum ada sinyal yang baik," lanjut dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
IHSG Diramal Masih Lesu,...
IHSG Diramal Masih Lesu, Hari Ini Potensi di Kisaran 6.047-6.107
Menunggu Data Ekonomi...
Menunggu Data Ekonomi AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
IHSG Kebakaran, Saham...
IHSG 'Kebakaran', Saham Farmasi dan Telekomunikasi Tetap 'Adem'
IHSG Berpeluang Reli...
IHSG Berpeluang Reli di 6.078-6.150, Cermati Saham Ini
Varian Delta Masih Jadi...
Varian Delta Masih Jadi Sentimen Utama di Pasar Saham
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
1 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
2 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
5 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
6 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved