RI ikuti pameran industri kabel dan kawat se-Asia Tenggara

Rabu, 24 Juli 2013 - 15:38 WIB
RI ikuti pameran industri...
RI ikuti pameran industri kabel dan kawat se-Asia Tenggara
A A A
Sindonews.com - Sebagai pelaku industri kawat dan kabel, Indonesia ikut mengambil bagian dalam seminar teknis yang digelar Messe Düsseldorf Asia di Hotel Grand Hyatt Jakarta.

Seminar diselenggarakan sebagai bagian dari roadshow kampanye pameran Wire and Tube Southeast ASIA 2013 yang akan diselenggarakan di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC) in Bangkok, Thailand pada 17-19 September 2013.

Roadshow seminar diselenggarakan di Seoul, Jakarta, dan Bangkok. Pada seminar tersebut juga diperlihatkan beberapa contoh inovasi mesin pemrosesan kawat dan kabel yang akan dipamerkan nanti di pameran Wire & Tube Southeast Asia 2013.

Strategi bisnis yang fokus pada inovasi, efisiensi produksi dan produktifitas akan dibahas selama seminar berlangsung. Selain digelar sebagai acara menjelang pameran, seminar teknis ini juga merupakan inisiatif untuk memberikan wawasan kepada organisasi agar dapat mempersiapkan diri untuk persaingan yang ketat dengan akan diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.

"Industri kabel dan kawat Indonesia berpotensi baik. Kami menggelar seminar ini untuk mengajak pelaku industri kawat dan kabel di Indonesia untuk hadir dan memanfaatkan pameran Wire & Tube Southeast Asia. Hal ini untuk menambah wawasan dan menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan-perusahaan seluruh dunia," ujar Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Gernot Ringling, Rabu (24/7/2013).

Pameran tiga hari yang digelar Messe Düsseldorf Asia ini akan diikuti lebih dari 300 perusahaan. "Kedua pameran tersebut akan menampilkan inovasi dan tren mesin-mesin processing dan automasi berkinerja tinggi untuk industri kawat, kabel, tabung dan pipa di Asia Tenggara," ungkapnya.

Menurutnya, 15 persen peserta baru mengkuti pameran ini dan lebih dari 40 persen merupakan perusahaan-perusahaan dari negara Eropa. Tujuh paviliun dari negara Austria, Cina, Jerman, Italia, Singapura, Taiwan dan Amerika Serikat telah memastikan berpartisipasi di pameran ini.

Dia menilai, Asia Tenggara sebagai gerbang menuju basis produksi dan pasar terpadu 2015. "Asia Tenggara tidak terpengaruh di tengah ketidakpastian ekonomi global dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 5,5 persen selama lima tahun ke depan hingga 2017," jelasnya.

Hal tersebut, kata dia, mengindikasikan bahwa pameran dagang terus dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri sebagai jalur bisnis perusahaan internasional ke wilayah Asia Tenggara.

Asia Tenggara kini menjadi jembatan penghubung manufaktur dan industri bagi banyak perusahaan global yang ingin mencari dan menangkap peluang bisnis yang ada," jelasnya.

Ringling menuturkan, pasar global untuk pipa dan tabung diproyeksikan mencapai 113,8 juta ton pada 2018. Selain itu, pasar global untuk pipa las spiral dan tabung diproyeksikan mencapai 24,6 juta ton pada 2018. Hal ini didorong pemulihan ekonomi, peningkatan aktifitas di sektor energi dan meningkatnya proyek konstruksi pipa.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Cari Perusahaan Pencetus Teknologi Terbaik di 2022
Rekomendasi 7 Sekolah...
Rekomendasi 7 Sekolah Kedinasan di Bawah Naungan Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
28 menit yang lalu
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
41 menit yang lalu
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
1 jam yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
1 jam yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
2 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved