Rupiah di posisi terendah dalam 4 tahun

Rabu, 24 Juli 2013 - 19:56 WIB
Rupiah di posisi terendah...
Rupiah di posisi terendah dalam 4 tahun
A A A
Sindonews.com - Penurunan mata uang rupiah pekan ini merupakan yang terendah dalam 4 tahun, menambah bukti bahwa dua kenaikan suku bunga dan kenaikan BBM pertama bersubsidi dalam 5 tahun pertama belum cukup mengekang defisit current account.

Bank Indonesia (BI) mengklaim melihat rupiah pindah ke keseimbangan baru, setelah mata uang turun 1,3 persen. Namun, nilai tukar rupiah hari ini terkapar 10.260 per USD, level terendah sejak Juli 2009 (menurut harga dari bank lokal/dalam negeri). Berdasarkan rata-rata analis, rupiah bisa mencapai 10.340 per USD pada akhir 2013.

"Ini terlihat menjadi lebih dari sebuah kasus terlambat, daripada terlalu sedikit," kata Wellian Wiranto, seorang ahli strategi investasi di unit wealth management Barclays Plc, yang melihat rupiah 10.800 per USD pada pertengahan 2014, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (24/7/2013).

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah mengalami arus keluar modal bahkan setelah pembuat kebijakan meningkatkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 0,75 persen poin dan menaikkan harga BBM bersubsidi dalam dua bulan terakhir.

Pemilu tahun depan membuat langkah pengurangan subsidi lanjutan sulit dilakukan, di mana pejabat mungkin harus bergantung pada biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Nilai tukar rupiah telah jatuh lebih dari 7 persen dalam 12 bulan terakhir, menjadi pemain terburuk setelah yen, di antara 11 mata uang Asia yang dilacak oleh Bloomberg.

Dana asing telah menarik sekitar USD3 miliar dari saham Indonesia dan USD1,8 miliar dari obligasi pemerintah berdenominasi rupiah sejak 22 Mei, ketika komentar Federal Reserve AS mendorong spekulasi mungkin akan mengurangi stimulus.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan hari ini melemah 40 poin dari Rp10.222 per USD pada Selasa (23/7/2013) menjadi Rp10.262 per USD.

Sementara data Bloomberg mencatat, bahwa kurs rupiah sore ini terdepresiasi sebanyak 68 poin dari posisi hari kedua pekan ini, di level Rp10.195 per USD menjadi Rp10.260 per USD. Berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup di level Rp10.185 per USD, dengan kisaran harian Rp10.225-10.263 per USD.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
5 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
6 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
8 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
8 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved