26 persen Desa Wisata Sleman vakum

Kamis, 25 Juli 2013 - 14:53 WIB
26 persen Desa Wisata...
26 persen Desa Wisata Sleman vakum
A A A
Sindonews.com - Potensi desa wisata di Kabupaten Sleman, DI Yogyarta belum tergarap secara optimal. Banyak desa wisata yang mulai tidak ada kegiatan, bahkan vakum dari kegiatan wisata.

Desa wisata yang vakum tersebut kebanyakan dari kategori desa wisata tumbuh. Data dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Sleman, dari 38 desa wisata, 10 atau 26 persen di antaranya masuk kategori tumbuh, 16 kategori kembang dan 12 kategori Mandiri.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pariwisata Disbudpar Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengakui desa wisata di Sleman banyak yang perlu mendapatkan perhatian, terutama yang masuk dalam kategori tumbuh. Baik dari sisi manajeman maupaun sumber daya manusia (SDM) yang mengelola tempat tersebut.

"Desa wisata yang vakum kebanyakan dari kategori tumbuh tersebut," kata Shavitri usai memaparkan kesiapan Disbudpar Sleman menghadapi libur Lebaran 2013 di Sleman, Kamis (25/7/2013).

Dia menuturkan, desa wisata tersebut rata-rata salah dalam pengelolaannya. Sebab selama ini, para pengelola berpikir asal ada potensi dan produk yang dijual dapat dikembangkan desa wisata.

Padahal, kata Shavitri, untuk menjadikan desa wisata tidak semudah itu, tetapi manajemen dan SDM juga perlu dipersiapkan. "Manajeman dan SDM inilah yang menjadi kendala," ujarnya.

Menyikapi masalah tersebut, saat ini Disbudpar sedang melakukan inventarisasi dan pendataan desa-desa wisata mana yang perlu mendapatkan bimbingan dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata itu. Khususnya bagaimana mereka memenagernya.

Sehingga akan meningkatkan kategori desa wisata itu. Dari yang tumbuh menjadi kembang dan kembang menjadi mandiri. "Untuk managemen dan SDM memang untuk pendampingan masih kurang, sehingga perlu ditingkatkan," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
44 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
49 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved