Dinpar-Accor-UGM kerja sama kembangkan desa wisata

Senin, 29 Juli 2013 - 17:44 WIB
Dinpar-Accor-UGM kerja...
Dinpar-Accor-UGM kerja sama kembangkan desa wisata
A A A
Sindonews.com - Keberadaan desa wisata belum efektif untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di kota Yogyakarta. Wisatawan masih tertarik datang ke Malioboro, keraton dan sejumlah obyek wisata lain.

Untuk mendukung pengelolaan desa wisata, hari ini ditandatangani kerja sama antara Accor grup, Dinas Pariwisata dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir mengatakan, pertama kali desa wisata lahir di Bantul tepatnya Desa Tembi. Dalam perkembangannya, saat ini sudah lebih dari 100 desa wisata. Hanya saja pertumbuhan dan perkembangannya tidak sama.

“Cepat dan lambatnya desa wisata tergantung SDM pengelola,” jelas Tazbir pada penandatangan nota kesepahaman (moU) antara Dinas Pariwisata DIY, UGM Program Master dan Doktor Kajian Pariwisata dan Accor untuk di Ibis Style Hotel, Yogyakarta, Senin (29/7/2013).

Menurutnya, desa wisata sangat cocok untuk dikembangkan dalam menarik wisatawan. Selama ini wisatawan lebih banyak tertarik untuk mengunjungi obyek wisata seperti Malioboro, Keraton dan beberapa wisata lainnya. Sedangkan desa wisata belum banyak dilirik, karena masih mengalami keterbatasan. “Kerja sama ini cukup bagus, dan kita siap mensuport,” jelasnya.

Direktur OPerasional, Ekonomi Hotel Accor Indonesia dan Malaysia, Xavier Capelut mengaku sangat gembira bisa ikut terlibat dalam pengembangan pariwisata di DIY, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup msyarakat desa wisata.

Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah pelatihan sektor pariwisata bagi desa wisata. Accors akan memberikan pelatihan mengenai pelaksanakaan house keeping, kuliner dan menyikapi tamu. “Kita pilih Desa Wisata Candran Kebonagung Bantul sebagai pilot project percontohan,” jelasnya.

Di sini juga akan dilakukan pelatihan, program pendampingan, hingga peningkatan daya saing. Sehingga nantinya para pelaku bisa membuat desain program, kuliner yang bersih hingga atraksi budaya yang bisa untuk menarik wisatawan. “Kita akan sediakan praktisi pariwisata hingga menawarkan paket tur,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
13 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved