Hingga Juni, CIMB Niaga salurkan kredit Rp150,95 T
Senin, 29 Juli 2013 - 19:43 WIB
Hingga Juni, CIMB Niaga salurkan kredit Rp150,95 T
A
A
A
Sindonews.com - Hingga akhir Juni 2013, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) telah menyalurkan kredit sebesar Rp150,95 triliun, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp137,46 triliun.
Dari total penyaluran kredit tersebut, sektor perbankan Komersial memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar Rp62,15 triliun (41 persen), menyusul sektor perbankan Konsumer dan perbankan Korporasi, masing-masing sebesar Rp46,63 triliun (31 persen) dan Rp42,17 triliun (28 persen).
Personal Loan dan Mikro Laju menjadi bisnis yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, dengan pertumbuhan 71 persen (Year on Year/YoY) dan 35 persen YoY menjadi masing-masing sebesar Rp1,30 triliun dan Rp2,37 triliun.
Sedangkan untuk bisnis lainnya, Kartu Kredit mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 13 persen menjadi Rp3,58 triliun, sementara pembiayaan di sektor properti meningkat 11 persen menjadi sebesar Rp21,78 triliun.
Untuk segmen Syariah, CIMB Niaga mencatat total pembiayaan sebesar Rp7,55 triliun per 30 Juni 2013, meningkat 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,27 triliun.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kegiatan usaha syariah serta semakin bertambahnya jumlah Kantor Cabang Syariah menjadi 30 kantor cabang dari posisi yang sama tahun lalu sebanyak 26 Kantor Cabang Syariah," ungkap Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid dalam rilisnya, Senin (29/7/2013).
Sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit, CIMB Niaga juga mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 9 persen menjadi Rp149,94 triliun per 30 Juni 2013, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp137,59 triliun.
Adapun simpanan dalam bentuk CASA (Current Account Savings Account) tumbuh 13 persen YoY menjadi sebesar Rp67,39 triliun, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp59,90 triliun.
“Seiring dengan pertumbuhan kredit, kami juga tetap berhati-hati terhadap kualitas aset dan berupaya menurunkan rasio gross non performing loan/NPL. Kami berhasil menurunkan rasio gross NPL sebesar 27 basis point (bps) YoY menjadi 2,25 persen per 30 Juni 2013," terang Arwin.
"Adapun dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) kami tercatat di level 15,89 persen, meningkat 82 bps dibandingkan periode yang sama tahun 2012,” tambahnya.
Dari total penyaluran kredit tersebut, sektor perbankan Komersial memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar Rp62,15 triliun (41 persen), menyusul sektor perbankan Konsumer dan perbankan Korporasi, masing-masing sebesar Rp46,63 triliun (31 persen) dan Rp42,17 triliun (28 persen).
Personal Loan dan Mikro Laju menjadi bisnis yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, dengan pertumbuhan 71 persen (Year on Year/YoY) dan 35 persen YoY menjadi masing-masing sebesar Rp1,30 triliun dan Rp2,37 triliun.
Sedangkan untuk bisnis lainnya, Kartu Kredit mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 13 persen menjadi Rp3,58 triliun, sementara pembiayaan di sektor properti meningkat 11 persen menjadi sebesar Rp21,78 triliun.
Untuk segmen Syariah, CIMB Niaga mencatat total pembiayaan sebesar Rp7,55 triliun per 30 Juni 2013, meningkat 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,27 triliun.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kegiatan usaha syariah serta semakin bertambahnya jumlah Kantor Cabang Syariah menjadi 30 kantor cabang dari posisi yang sama tahun lalu sebanyak 26 Kantor Cabang Syariah," ungkap Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid dalam rilisnya, Senin (29/7/2013).
Sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit, CIMB Niaga juga mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 9 persen menjadi Rp149,94 triliun per 30 Juni 2013, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp137,59 triliun.
Adapun simpanan dalam bentuk CASA (Current Account Savings Account) tumbuh 13 persen YoY menjadi sebesar Rp67,39 triliun, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp59,90 triliun.
“Seiring dengan pertumbuhan kredit, kami juga tetap berhati-hati terhadap kualitas aset dan berupaya menurunkan rasio gross non performing loan/NPL. Kami berhasil menurunkan rasio gross NPL sebesar 27 basis point (bps) YoY menjadi 2,25 persen per 30 Juni 2013," terang Arwin.
"Adapun dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) kami tercatat di level 15,89 persen, meningkat 82 bps dibandingkan periode yang sama tahun 2012,” tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :