Jelang pertemuan FOMC, Wall Street terkoreksi

Selasa, 30 Juli 2013 - 08:47 WIB
Jelang pertemuan FOMC,...
Jelang pertemuan FOMC, Wall Street terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks di Bursa Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup terkoreksi menjelang pertemuan The Fed pada pekan ini, yang memberi sinyal akan mulai mengurangi pembelian obligasi demi membantu pemulihan ekonomi.

Terkoreksinya bursa dipimpin sektor energi dan keuangan di indeks S&P 500. Indeks keuangan menurun 0,8 persen. Adapun, saham Southwastern Energy (SWN.N) turun 3 persen menjadi USD38,14 dan saham Noble Energy (NBL.N) turun 2,1 persen menjadi USD62,07 menyusul menurunnya harga gas alam.

Sejumlah rencana merger membatasi koreksi, seiring dengan berita pembelian kembali saham caterpilar (CAT.N) senilai USD1 miliar. Ini mendorong saham itu naik 1,1 persen menjadi USD83,03, yang menjadi pendorong penguatan indeks Dow.

Namun, pernyataan The Fed pada FOMC Meeting di pekan ini membuat investor waspada untuk melakukan pembelian. Bank Sentral diperkirakan akan segera mulai pembatasan pembelian obligasi.

"(Pasar saham) Banyak tergantung pada bagaimana pembuat kebijakan Fed menafsirkan data dan bagaimana mereka berkomentar menjelang laporan ketenagakerjaan. Kami sedang mencari petunjuk waktu pembatasan stimulus moneter akan dimulai pada bulan September atau tidak," kata Senior Vice President BB & T Wealth Management, Bucky Hellwig seperti dilansir Reuters, Selasa (30/7/2013).

Selain itu, data pada pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan bulan Juli menjadi patokan bagi pasar saham.

Kendati demikian, berita mengecewakan datang dari data pending home sales bulan Juni yang terkontraksi menurun setelah mencapai level tertinggi selama enam tahun terakhir karena meningkatnya suku bunga KPR menyebabkan penualan rumah berkurang.

Indeks Dow Jones turun 36,86 poin atau 0,24 persen ke 15.521,97; indeks S&P 500 turun 6,32 poin atau 0,37 persen ke 1.685,33 dan Nasdaq turun 14,02 poin atau 0,39 persen, menjadi 3.599,14.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Jelang Pembebasan Sandera,...
Jelang Pembebasan Sandera, Brigade Al-Qassam Hamas Unjuk Kekuatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved