Laba Deutsche Bank terbelah ketentuan hukum

Selasa, 30 Juli 2013 - 16:46 WIB
Laba Deutsche Bank terbelah...
Laba Deutsche Bank terbelah ketentuan hukum
A A A
Sindonews.com - Bank terbesar di Jerman, Deutsche Bank melaporkan laba bersih pada kuartal kedua (Q2) 2013 terbelah dua, karena ketentuan besar dalam memenuhi biaya litigasi.

Laba bersih bank turun menjadi 335 juta euro (USD444 juta) untuk tiga bulan yang berakhir Juni, dari 666 juta pada kuartal kedua tahun lalu. Ini merupakan ekspektasi pasar dengan margin lebar.

Sementara analis yang disurvei Dow Jones Newswires memperkirakan keuntungan sekitar 869 juta euro. Tapi, 630 miliar euro disisihkan oleh bank menjadi keuntungan untuk kuartal.

Deutsche Bank saat ini sedang menghadapi beberapa tantangan hukum termasuk kasus di Amerika Serikat terkait dengan subprime mortgage, serta kasus penggelapan pajak terkait izin perdagangan emisi karbon di Eropa.

Salah satu bank terbesar di Eropa itu telah menyisihkan biaya hukum sebesar 600 juta euro pada kuartal terakhir 2012.

Direktur Keuangan DeutchBank, Stefan Krause berencana mengurangi volume aset sekitar 250 miliar euro, atau sekitar 12 persen, dalam rangka memenuhi persyaratan solvabilitas internasional baru.

"Kami berkomitmen mengurangi (aset) dari waktu ke waktu, sebesar 250 miliar euro," ujar Krause dalam konferensi pers, tanpa menentukan kerangka waktu, seperti dilansir dari AFP, Selasa (30/7/2013).

Jumlah tersebut akan sesuai dengan sekitar 12 persen dari neraca Deutsche Bank pada akhir Desember. Seperti para pesaingnya, Deutsche Bank berada di bawah tekanan untuk meningkatkan solvabilitas dengan beberapa aturan baru, di tingkat Eropa dan internasional, yang dimasukkan ke dalam tempat dengan penekanan khusus rasio leverage (perhitungan berdasarkan modal bank sendiri dalam kaitannya dengan total aset).

Investor tidak terkesan, di mana saham Deutsche Bank jatuh 2,7 persen menjadi 34,9 euro di bursa saham Frankfurt, pada pukul 08.35 GMT.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
12 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
35 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved