Pernyataan The Fed buat Wall Street variatif

Kamis, 01 Agustus 2013 - 08:47 WIB
Pernyataan The Fed buat...
Pernyataan The Fed buat Wall Street variatif
A A A
Sindonews.com - Indeks di Bursa Wall Street ditutup variatif setelah pernyataan The Fed terkait kebijakan stimulus moneternya.

Indeks S&P 500 berakhir melemah pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat setelah The Fed tidak memberikan petunjuk mengenai program paket stimulus moneter.

Setelah pertemuan FOMC, The Fed menyatakan bahwa ekonomi Amerika Seerikat harus pulih, namun masih membutuhkan dukungan, sehingga Bank Sentral masih akan mempertahankan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar per bulan guna memperkuat ekonomi negara Paman Sam tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/8/2013), mayoritas indeks sektor yang berorientasi pada pertumbuhan berakhir menguat, dengan indeks konsumer naik 0,5 persen. Sebaliknya, sektor utilitas tergelincir 0,7 persen.

Gubernur The Fed, Ben Bernanke sebelumnya sempat membuat kaget pasar pada akhir Mei lalu dengan mengatakan bahwa Bank Sentral berencana menghentikan stimulus setelah ekonomi membaik. Sementara banyak ekonom memperkirakan bahwa The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi pada bulan September 2013.

Indeks sempat dibuka menguat karena didukung ekonomi AS pada kuartal II lebih baik, dimana terjadi penambahan tenaga kerja sektor swasta pada Juli sebesar 200 ribu pekerjaan, yang di atas ekspektasi. Selain itu, produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal II tahun ini tercatat 1,7 persen, di atas konsensus ekonom sebesar 1 persen.

Adapun, saham JC Penney (JCP.N) pada akhir sesi ditutup merosot 10,2 persen menjadi USD14,60 setelah CIT Group (CIT.N) menghentikan pengiriman pasokan ke department store. Saham ini memberikan tekanan terbesar bagi indeks S&P 500.

Pada perdagangan dini hari tadi, indeks Dow Jones tergelincir 21,05 poin atau 0,14 persen menjadi 15.499,54; indeks S&P 500 turun 0,23 poin atau 0,01 persen menjadi 1.685,73, sedangkan indeks Nasdaq naik 9,90 poin atau 0,27 persen menjadi 3.626,37.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
36 menit yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
38 menit yang lalu
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
46 menit yang lalu
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
1 jam yang lalu
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
1 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved