Pemerintah diminta maksimalkan Pelabuhan Cikarang

Kamis, 01 Agustus 2013 - 09:20 WIB
Pemerintah diminta maksimalkan...
Pemerintah diminta maksimalkan Pelabuhan Cikarang
A A A
Sindonews.com - Guna meminimalisir banyaknya antrean di Pelabuhan Tanjung Priok yang mengakibatkan lamanya waktu bongkar muat dan berimbas kemacetan di sepanjang Pelabuhan tersebut, pemerintah diharapkan bisa memanfaatkan peran Pelabuhan Cikarang.

Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (FTL-MTI) Ajiph Anwar mengatakan, kendati Cikarang Dry Port tersebut dikelola oleh swasta, namun bila tidak dimanfaatkan akan merugikan negara.

"Cikarang Dry Port itu investasi nasional meski dikelola swasta. Jika tak dimaksimalkan jelas kerugian nasional," ujar dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Rabu (31/7/2013) malam.

Ajiph menegaskan, pemerintah beralasan tidak bisa mendistribusikan peti kemas ke CDP secara maksimal karena akses jalan macet, dimana masalah macet merupakan masalah klasik yang selalu dijadikan alasan pemerintah.

Pemerintah, lanjut dia, sebenarnya pernah memiliki rencana untuk membangun jalur khusus terintegrasi dedicated antara Pelabuhan Tanjung Priok menuju Karawang melalui jalur laut, seperti yang sudah sukses dibangun di Tanjung Benoa, Bali.

Dengan rencana tersebut, Ajiph yakin pemerintah bisa membangun jalur khusus layaknya jalan tol Tanjung Benoa di atas laut, sehingga bisa menunjang aktivitas pelabuhan.

"Jalur khusus itu satu hal ideal dan mestinya bisa direalisasikan, ketimbang membuka jalan tol baru di darat, dimana pembebasan lahan sangat mahal," tegas dia.

Jika jalur khusus seperti itu terwujud, lanjut dia, penumpukan peti kemas tidak akan terjadi. Di sisi lain, kesemrawutan peti kemas sekarang ini lantaran PT Pelindo II dan Bea Cukai dinilai tidak efisien.

Bea Cukai dan Pelindo memang bertugas untuk mengawal pendapatan negara dan menyeleksi barang masuk. Namun, Pelindo dan BC malah memperlambat peredaran arus barang.

"Pelabuhan di luar sangat lancar, kenapa Pelindo tidak bisa. Misal Bea Cukai malah memperpendek jam kerja sehingga ada penumpukan, kini diperpanjang lagi," kata dia.

Dia meminta Bea Cukai dan Pelindo untuk membuka komunikasi lebih terbuka agar persoalan penumpukan peti kemas seperti sekarang ini tidak terulang.

"Mereka harus lebih efisien seperti yang dilakukan CDP. Pelindo tambah juga peralatan agar mempercepat, kemudian Bea Cukai membuka komunikasi dengan pihak luar terkait pengeluaran barang, jangan semua melalui jalur merah," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved