Data pekerjaan AS goyang harga minyak dan emas

Sabtu, 03 Agustus 2013 - 17:50 WIB
Data pekerjaan AS goyang...
Data pekerjaan AS goyang harga minyak dan emas
A A A
Sindonews.com - Laporan data pekerjaan baru sektor non-pertanian Amerika Serikat (AS) sebanyak 162.000, membuat harga minyak mentah berjangka di Nymax ditutup lebih rendah. Di sisi lain, data ini memicu emas berjangka lebih tinggi dan menarik komoditas dari posisi sulit yang membantunya menyeberangi tanda USD1.300.

"Awal pekan ini kami melihat data ekonomi menunjuk ke arah pemulihan, dan digabungkan dengan dolar yang kuat emas terus di bawah tekanan," kata Tom Power, broker komoditas senior RJ O'Brien & Associates, Chicago, seperti dilansir dari Commodity Online, Sabtu (3/8/2013).

"Data (Jumat) adalah positif untuk emas, tetapi tidak cukup mengubah arah pasar," tambahnya.

Emas telah pergi di bawah support penting USD1.300 menyusul optimisme tentang ekonomi AS.

Sementara data pengangguran di AS yang turun di angka 7,4 persen pada Juli, (berdasarkan data departemen tenaga kerja AS), tidak cukup mendorong minyak mentah berjangka lebih lanjut, bahkan beberapa pemesanan keuntungan terjadi.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman 13 September ditutup pada USD106,85 per barel, mendaftarkan kehilangan USD1,04 atau 0,96 persen. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman tanggal yang sama ditutup pada USD108.93 per barel, memberitahukan kehilangan USD0,61 atau 0,56 persen.

"Kami punya data dari mundurnya pekerjaan, tapi saya kira kita juga melihat beberapa profit taking sebelum akhir pekan," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka Mizuho Securities, New York kepada Reuters.

"Kita masih diperdagangkan pada tingkat historis tinggi. Aku tidak akan terkejut jika kita diuji USD110, meskipun itu tidak akan terjadi hari ini," lanjutnya.

Di MCX India, minyak mentah untuk pengiriman 19 Agustus terlihat diperdagangkan pada 6.524 rufee per barel, kehilangan 0,05 persen pada pukul 10.41 WIB waktu setempat.

Emas berjangka untuk pengiriman 5 Oktober terlihat diperdagangkan pada 28.460 rufee per 10 gram, kehilangan 0,12 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
8 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
27 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved