Selama dua pekan, warga Garut susah cari elpiji

Rabu, 14 Agustus 2013 - 18:19 WIB
Selama dua pekan, warga...
Selama dua pekan, warga Garut susah cari elpiji
A A A
Sindonews.com - Masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Garut kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 3 kg selama dua pekan. Kelangkaan gas elpiji ini pun berimbas pada naiknya harga gas elpiji, yaitu dari Rp16 ribu menjadi Rp25 ribu per tabungnya.

Langkanya tabung sendiri setidaknya telah dimulai sejak satu minggu sebelum Lebaran 2013 lalu. Salah seorang warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Nina Herlina, mengaku sulit untuk membeli gas elpiji.

“Sudah cari-cari ke warung dan toko apapun, tidak saya temukan. Di beberapa toko ritel juga tidak ada. Kalau pun ada, harganya jadi Rp25 ribu,” kata Nina, Rabu (14/8/2013).

Hal yang sama diungkapkan Sukiyem, warga Kampung Datar Pasang, Desa Sukanegara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Kesulitan mendapatkan gas, membuat Sukiyem beralih ke tungku kayu bakar agar dapat memasak.

“Susah sekali mencari gas elpiji. Tapi untungnya saya telah terbiasa menggunakan kayu bakar untuk memasak sebelumnya. Jadi, saya gunakan tungku saja seperti dahulu,” ucapnya.

Seorang pedagang gas eceran di Kampung Warung Tilu, Desa Ciburial, Kecamatan Leles, Imas Nasrimah mengaku pasokan gas ke warungnya di dua pekan ini berkurang drastis. Selama dua pekan ini, dirinya hanya mendapat pasokan gas sebanyak empat tabung saja.

“Padahal biasanya satu kali kirim saya mendapat 33 tabung. Ini baru untuk gas ukuran 3 kg. Sedangkan untuk gas elpiji 12 kg, sama sekali tidak ada alias kosong,” ujarnya.

Menurut Imas, tidak hanya mengalami pengurangan pasokan, harga gas per tabung dari agen distributor pun naik, dari semula Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu. Karena alasan inilah, ia terpaksa menaikan harga menjadi Rp25 ribu per tabung.

“Bukan saya yang menaikan harga, tapi memang karena dari agennya sudah dipatok begitu. Saya sendiri tidak mengetahui sampai kapan kondisi pengurangan pasokan dan harga gas seperti ini. Padahal, dari pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tidak ada kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Salah satu agen pemasok gas elpiji di Kecamatan Bayongbong, Muhammad Kiki, 27, mengatakan, kelangkaan gas elpiji disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat. Selain itu, sambung dia, suplai elpiji dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) juga mengalami keterlambatan.

Setiap hari, kata dia, agennya hanya mampu memenuhi permintaan konsumen sebanyak 1.120 tabung. “Pasokannya terhambat karena jalanan macet,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
28 menit yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
43 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
Infografis
Ketentuan Seragam dan...
Ketentuan Seragam dan 4 Hal yang Dilarang Selama MPLS 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved