Pemerintah rogoh Rp9,5 T bangun jalur kereta layang

Kamis, 15 Agustus 2013 - 14:22 WIB
Pemerintah rogoh Rp9,5...
Pemerintah rogoh Rp9,5 T bangun jalur kereta layang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah berencana meninggikan jalur kereta loopline/circle line Jakarta yang sudah ada dengan cara membangun jalur kereta baru melayang (elevated) di atas jalur yang sudah ada (existing).

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana menjelaskan, pembangunan rel layang tersebut untuk menghindari 35 simpangan sebidang antara rel dan jalan raya yang mengakibatkan macet di wilayah Jakarta yang dilewati jalur loopline/circle line tersebut.

Perlu diketahui jalur Loopline adalah jalur kereta yang melingkari kota Jakarta mulai dari stasiun Jatinegara, Pasar Senen, Kampung Bandan, Tanah Abang, Manggarai hingga kembali ke stasiun Jatinegara kembali.

Kita akan mulai pembangunan rel elevated di circle line/loopline untuk mengurangi macet di lintasan sebidang dan tidak bersinggungan dengan jalan raya," ujar Armida di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Dia menyebut pembangunan jalur layang akan dimulai tahun ini. Proyek Kementerian Perhubungan ini murni akan menggunakan dana APBN yang berasal dari ruang fiskal.

"Ini murni proyek Kementerian Perhubungan. Sedangkan yang mengelola belum tahu, bisa PT KAI (Persero) atau yang lainnya juga," katanya.

Sementara, Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas bidang sarana dan Prasarana, Dedi Priyatna menyebut proyek ini akan dibagi menjadi lintas Timur dan Lintas Barat.

"Lintas Timur yang akan dikerjakan terlebih dahulu dari stasiun Pondok Jati sampai dengan Rajawali mulai dibangun 2014, diharapkan awal 2015 sudah mulai beroperasi," kata Dedi.

Dedi menyebut proyek ini menelan dana Rp9,54 triliun dan khusus untuk Jalur Timur akan menelan dana Rp2,8 triliun dan akan mulai ditenderkan November, tergantung persetujuan Wakil Presiden, Boediono.

"Jadi nantinya jalur existing bisa dioperasikan untuk kereta yang lebih lambat, dan bisa juga tidak dipakai lagi untuk dijadikan ruang komersil. Yang pasti pembangunan ini tidak mengganggu lalu lintas," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
16 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
39 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved