Soal tertangkapnya Rudi, Hatta pilih dukung KPK
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 13:07 WIB
Soal tertangkapnya Rudi, Hatta pilih dukung KPK
A
A
A
Sindonews.com - Ketika disinggung mengenai tertangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Hulu Migas (SKK Migas) Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa memilih untuk mendukung KPK.
Pasalnya, proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Rudi dilakukan untuk mewujudkan iklim investasi terutama investasi di bidang minyak dan gas (migas) yang baik ke depannya.
"Pertama, saya kira kita dukung KPK untuk mendukung proses ini karena kita ingin betul-betul iklim investasi kita itu baik," ujarnya di Gedung MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Hatta menyebut, satu hal yang menghambat investasi secara keseluruhan adalah korupsi, selain kepastian hukum dan infrastruktur.
"Jadi ini dibenahi harus betul. Kita harus dukung KPK," lanjut Hatta.
Tetapi untuk kasus penangkapan mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, Hatta meyakini tidak akan mengganggu investasi migas ke depannya karena sudah ada sistem yang terbentuk di dalam SKK Migas.
"Saya harapkan tidak menggangu kelancaran pekerjaan di SKK Migas karena sistem (sudah) berjalan. Ini kan menyangkut Rp300 triliun uang negara," tandas Hatta.
Seperti diketahui, kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tertangkap tangan oleh KPK di rumahnya, di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Selasa (13/8/2013) sekitar pukul 22.30 WIB.
Rudi diduga menerima suap sebesar USD700 ribu, dengan rincian USD300 ribu pada Ramadan dan USD400 ribu setelah Lebaran dari perusahaan perdagangan minyak berbasis di Singapura, Kernel Oil.
Pasalnya, proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Rudi dilakukan untuk mewujudkan iklim investasi terutama investasi di bidang minyak dan gas (migas) yang baik ke depannya.
"Pertama, saya kira kita dukung KPK untuk mendukung proses ini karena kita ingin betul-betul iklim investasi kita itu baik," ujarnya di Gedung MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Hatta menyebut, satu hal yang menghambat investasi secara keseluruhan adalah korupsi, selain kepastian hukum dan infrastruktur.
"Jadi ini dibenahi harus betul. Kita harus dukung KPK," lanjut Hatta.
Tetapi untuk kasus penangkapan mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, Hatta meyakini tidak akan mengganggu investasi migas ke depannya karena sudah ada sistem yang terbentuk di dalam SKK Migas.
"Saya harapkan tidak menggangu kelancaran pekerjaan di SKK Migas karena sistem (sudah) berjalan. Ini kan menyangkut Rp300 triliun uang negara," tandas Hatta.
Seperti diketahui, kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tertangkap tangan oleh KPK di rumahnya, di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Selasa (13/8/2013) sekitar pukul 22.30 WIB.
Rudi diduga menerima suap sebesar USD700 ribu, dengan rincian USD300 ribu pada Ramadan dan USD400 ribu setelah Lebaran dari perusahaan perdagangan minyak berbasis di Singapura, Kernel Oil.
(rna)
Lihat Juga :