L'Oreal akuisisi Magic Holdings USD843 juta

Jum'at, 16 Agustus 2013 - 14:16 WIB
LOreal akuisisi Magic...
L'Oreal akuisisi Magic Holdings USD843 juta
A A A
Sindonews.com - L'Oreal SA (OR), produsen kosmetik terbesar di dunia, sepakat mengakuisisi China's Magic Holdings International Ltd sebesar HKD6,54 miliar (USD843 juta).

L'Oreal akan membayar Magic HKD6,30 per saham secara tunai, 25 persen lebih tinggi dari harga yang diperdagangkan terakhir HKD5,05. Saham Magic melonjak sebanyak 21 persen pada perdagangan di Hong Kong hari ini, menuju kenaikan terbesar sejak listing pada September 2010.

Akuisisi ini menjadikan L'Oreal memiliki merek masker wajah terlaris di China, di mana penjualan produk keindahan dan perawatan akan memperluas 8 persen menjadi USD34 miliar pada tahun ini (perkiraan Euromonitor).

"China merupakan pasar 1,3 miliar penduduk dan pertumbuhan pribadi yang terus berkembang," kata Norman Chan, kepala investasi Calibre Asset Management Ltd, Hong Kong, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (16/8/2013).

"Pasar cepat tumbuh untuk mid-end, di mana perusahaan domestik akan memiliki pijakan lebih baik dari L'Oreal," lanjut Chan.

Magic menjual produk kecantikan merek MG, seperti masker wajah dengan esensi siput. Perusahaan yang didirikan 10 tahun yang lalu itu adalah pemimpin industri masker wajah di China dengan pangsa pangsa 26,4 persen pada 2012 (mengutip data dari AC Nielsen).

Laba bersih Magic dalam enam bulan yang berakhir 31 Desember 2012, naik 21 persen dari tahun sebelumnya menjadi HKD100 juta (USD13 juta). Sementara penjualan meningkat 31 persen menjadi HKD821,4 juta.

"Masker wajah adalah salah satu produk yang paling cepat berkembang di pasar kecantikan China, dengan prospek perkembangan yang sangat menjanjikan," kata L'Oreal, dalam pernyataannya.

Magic sendiri memiliki 288 distributor di 32 provinsi dan wilayah China.
"Ini memungkinkan L'Oreal mempercepat pertumbuhan merek di China melalui jangkauan distribusi yang lebih besar," kata Chas Manso de Zuniga, analis Societe Generale SA.

Sebagai catatan, L'Oreal masuk ke China pada 1997 dan saat ini memiliki 3.500 karyawan. Penjualan perusahaan pada semester pertama naik 5,4 persen, tidak termasuk fluktuasi mata uang, menjadi 11,7 miliar euro. Sementara pendapatan L'Oreal meningkat 11 persen.

Produsen kosmetik internasional itu berencana membayar akuisisi menggunakan sumber daya internal. Namun, BNP Paribas SA, penasihat L'Oreal menawarkan fasilitas kredit sebesar 650 juta euro untuk membantu dana pembelian.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
13 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved