Omzet puluhan juta dari bisnis sajadah anak

Minggu, 18 Agustus 2013 - 12:39 WIB
Omzet puluhan juta dari...
Omzet puluhan juta dari bisnis sajadah anak
A A A
Sindonews.com - Setiap orang tua memiliki cara unik untuk mengajak putra-putri tercintanya belajar salat. Salah satunya dengan memberikan perangkat salat yang memikat hati si kecil seperti sajadah dengan motif menarik.

Alasan inilah yang membuat Nenden Nurjanah, 30, secara tidak sengaja terjun menekuni bisnis sajadah anak. Kini omzet usahanya sudah menembus angka puluhan juta rupiah setiap bulan.

Nenden mengusung Nafeesa Kids sebagai brand produk sajadah anak miliknya. Awalnya bisnis tersebut bisnis keluarga yang dirintis pada 1982 dengan bendera Panda Berdikari.

“Saat itu bisnis keluarga kami hanya memproduksi boneka, tapi pada 2005 kami mulai bergeser membuat boneka alat peraga khusus pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) sebelum akhirnya pada 2009 permintaan boneka mulai menurun dan beralih ke bisnis sajadah anak sampai sekarang,” cerita Nenden Nurjanah ketika diwawancara KORAN SINDO di Jakarta belum lama ini.

Kendati ia tidak begitu mahir menjahit, Nenden menggandeng sang suami untuk menciptakan desain produk dan mempekerjakan delapan tenaga produksi yang jumlahnya bakal bertambah ketika memasuki empat bulan menjelang Lebaran.

Dengan menggunakan bahan kain katun serta diadora atau bahan yang biasa digunakan untuk membuat boneka, sedikitnya ada sekitar 40 motif sajadah anak yang sudah berhasil diproduksi Nafeesa Kids.

Mulai dari motif karakter seperti tokoh kartun Thomas si kereta api, Cars, Upin & Ipin, Angry Birds, serta beberapa motif orisinal yang didominasi oleh gambar tumbuhan, hewan, dan alat-alat transportasi.

Harga terjangkau

Wanita asal Bandung yang juga berprofesi sebagai pengajar ini mematok produknya dengan harga yang terjangkau yakni berkisar Rp80.000 hingga Rp100.000 untuk satu buah sajadah anak.

Selain itu, ia juga menawarkan paket lengkap seperti satu set sajadah plus sarung yang dihargai Rp150.000 atau paket sajadah dan mukena yang dibanderol Rp225.000.

Dia memanfaatkan peran anggota keluarga, terutama partisipasi sang adik dalam memasarkan produk-produknya. Nenden juga memanfaatkan media jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, WeChat, serta Blackberry Messanger untuk pemasaran. Hasilnya, sekarang produk Nafeesa Kids tidak hanya disukai pasar nasional, namun juga mulai menerima pesanan dari konsumen di Malaysia.

“Meskipun permintaan produk Nafeesa Kids datang dari seluruh Indonesia, penyebarannya belum sepenuhnya merata sehingga kami berencana membenahi sistem distributor dan keagenan agar ke depannya bisa lebih merata,” ungkapnya.

Nenden mengaku kunci kesuksesannya adalah selalu menomorsatukan kualitas produk agar konsumen tidak kecewa dengan produk-produk yang mereka beli. Berbekal pedoman tersebut, tidak heran bila sajadah anak Nafeesa Kids tembus omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.

“Omzet di empat bulan menjelang Ramadan bisa mencapai Rp90 juta per bulan, sedangkan pada hari-hari biasa omzet rata-rata sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulan dengan keuntungan hampir sekitar 50 persen," tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Kisah Pengusaha UMKM...
Kisah Pengusaha UMKM Berkelit dari Himpitan Wabah Corona
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved