Kisah Sukses Produk UMKM Unik Tembus Pasar Belanda
Senin, 11 April 2022 - 15:42 WIB
loading...
Eni Anjayani berpose bersama produk-produknya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Batik Indonesia terus merambah dunia melalui ragam produk yang berkualitas dan memiliki keunikan yang digemari pasar mancanegara. Produk kaleng kerupuk motif batik asal Yogyakarta berhasil menarik perhatian pembeli dari beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Australia hingga Asia Tenggara.
Baca juga: Pameran Batik Canthing Jawi Wetan Go Global Bukukan Transaksi Rp1,23 Miliar
Peralatan home decor dan kerajinan tangan yang diaplikasikan dengan motif batik lawas ini memiliki cita pesona yang berhasil ditampilkan oleh Eni Anjayani, pengusaha UMKM yang berdomisili di Yogyakarta.
Berawal dari kegemaran mengkoleksi batik kuno atau lawas dan gemar akan pernak-pernik dekorasi rumah, Eni memiliki ide untuk mengaplikasikan motif batik di media selain kain. Alhasil, terciptalah produk unik, yaitu kaleng kerupuk dengan bermotifkan batik yang berhasil diekspor ke Belanda.
“Dengan mengaplikasikan motif batik kuno pada produk seperti tumbler, kaleng kerupuk diharapkan dapat memberikan kesan dan pesona masa lalu namun tetap terdapat sentuhan modernnya. Selain itu, produk juga dibuat langsung oleh pekerja seni lukis, ibu rumah tangga sampai anak muda yang memiliki minat dalam melukis,” ujar Eni yang juga pendiri Wartaloka, dikutip Senin (11/4/2022).
Eni mengawali bisnisnya dengan modal hanya Rp5 juta. Saat ini, ia mampu mempekerjakan 37 orang dan 17 di antaranya adalah pegawai in house. Sementara sisanya freelance yang tersebar di 4 klaster yang berlokasi di Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Magelang, Jawa Tengah. Masing-masing cluster saat ini dapat menghasilkan 300-500 unit setiap harinya dengan harga jual sebesar Rp290.000 sampai Rp1.000.000.
Baca juga: Pameran Batik Canthing Jawi Wetan Go Global Bukukan Transaksi Rp1,23 Miliar
Peralatan home decor dan kerajinan tangan yang diaplikasikan dengan motif batik lawas ini memiliki cita pesona yang berhasil ditampilkan oleh Eni Anjayani, pengusaha UMKM yang berdomisili di Yogyakarta.
Berawal dari kegemaran mengkoleksi batik kuno atau lawas dan gemar akan pernak-pernik dekorasi rumah, Eni memiliki ide untuk mengaplikasikan motif batik di media selain kain. Alhasil, terciptalah produk unik, yaitu kaleng kerupuk dengan bermotifkan batik yang berhasil diekspor ke Belanda.
“Dengan mengaplikasikan motif batik kuno pada produk seperti tumbler, kaleng kerupuk diharapkan dapat memberikan kesan dan pesona masa lalu namun tetap terdapat sentuhan modernnya. Selain itu, produk juga dibuat langsung oleh pekerja seni lukis, ibu rumah tangga sampai anak muda yang memiliki minat dalam melukis,” ujar Eni yang juga pendiri Wartaloka, dikutip Senin (11/4/2022).
Eni mengawali bisnisnya dengan modal hanya Rp5 juta. Saat ini, ia mampu mempekerjakan 37 orang dan 17 di antaranya adalah pegawai in house. Sementara sisanya freelance yang tersebar di 4 klaster yang berlokasi di Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Magelang, Jawa Tengah. Masing-masing cluster saat ini dapat menghasilkan 300-500 unit setiap harinya dengan harga jual sebesar Rp290.000 sampai Rp1.000.000.
Lihat Juga :