Rusal alami rugi bersih USD439 juta

Senin, 19 Agustus 2013 - 11:52 WIB
Rusal alami rugi bersih...
Rusal alami rugi bersih USD439 juta
A A A
Sindonews.com - Rusal, produsen aluminium terbesar di dunia hari ini melaporkan rugi bersih sebesar USD439 juta pada semester pertama 2013. Hal ini terjadi akibat penurunan harga, pasokan global berlebih, dan ketidakpastian ekonomi.

Raksasa aluminium Rusia, yang terdaftar di Hong Kong itu mengatakan, pendapatan untuk enam bulan hingga 30 Juni turun 8,8 persen year-on-year (yoy) menjadi USD5,2 miliar.

"Tidak ada keraguan, bahwa industri aluminium kini menghadapi krisis menjulang over-supply," kata Ketua Rusal, Matthias Warnig dalam sebuah pernyataan yang disampaikan ke bursa saham Hong Kong, seperti dilansir dari AFP, Senin (19/6/2013).

"Masalah stok berlebih tidak dapat segera diatasi, dan seluruh industri membutuhkan waktu untuk menghasilkan solusi yang tidak konvensional untuk mengatasi krisis ini secara struktural, serta memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan baru," tambahnya.

Rugi bersih dibandingkan dengan laba bersih USD1 juta pada semester pertama tahun lalu, dan perusahaan mengatakan, hal itu sebagian terkait dengan penjualan one-off saham-sahamnya dari Norilsk Nickel dengan hasil yang digunakan untuk membayar utang.

Perusahaan mengalami kerugian yang lebih buruk dari perkiraan USD337 juta pada 2012. Total produksi aluminium selama enam bulan adalah 1.999 ribu ton, turun 4,5 persen sebagai langkah perusahaan mengurangi produksi.

Rusal berencana mengurangi produksi sebesar 9 persen year on year atau 357.000 ton pada 2013, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini lebih dari perkiraan sebelumnya yakni 57.000 ton.

Perusahaan mengatakan, perkiraan inflasi lebih rendah, pertumbuhan lebih lambat China, serta perkiraan pengurangan program stimulus Federal Reserve AS, menempatkan tekanan pada harga logam.

Di London Metal Exchange, harga rata-rata alumunium pada semester pertama tahun ini turun menjadi USD1.835 per ton dari USD1.978 pada 2012.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved