Kanebo terima 7.266 keluhan konsumen

Senin, 19 Agustus 2013 - 16:50 WIB
Kanebo terima 7.266...
Kanebo terima 7.266 keluhan konsumen
A A A
Sindonews.com - Produsen kosmetik Jepang, Kanebo, hari ini melaporkan jumlah keluhan perubahan warna kulit dari produk pemutihnya telah mencapai lebih dari 7.000 pelanggan.

Bulan lalu, perusahaan mengumumkan telah melakukan penarikan 54 produk yang mengandung zat yang disebut 4HPB, versi sintetis dari senyawa alami yang dikembangkan Kanebo.

Dilansir dari AFP, Juru bicara perusahaan menyatakan, akan membayar biaya medis untuk setiap pelanggan yang telah mengalami warna kulit tidak merata, bahkan setelah mereka berhenti menggunakan produk.

Perusahaan mengatakan, pihaknya telah menerima total 7.266 pengaduan sebagian besar dari konsumen Jepang yang menggunakan krim seperti Blanchir Superior, serta sekitar 65 keluhan datang dari luar negeri.
Angka terbaru ini lebih dari tiga kali lipat jumlah keluhan yang diumumkan bulan lalu.

Diketahui, Kanebo melibatkan hampir 4,75 juta produk di rak-rak ritel Jepang, Inggris dan 10 wilayah Asia, yaitu Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Filipina dan Vietnam.

"Kami hampir menyelesaikan recall produk yang terkena dampak, tapi kami masih menerima pengaduan," kata juru bicara itu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
19 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
52 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved