Sentimen kurang kondusif, IHSG lanjutkan pelemahan

Selasa, 20 Agustus 2013 - 08:12 WIB
Sentimen kurang kondusif,...
Sentimen kurang kondusif, IHSG lanjutkan pelemahan
A A A
Sindonews.com - Kombinasi antara sentimen negatif yang berhembus dari luar negeri ditmbah kecerobohan pemerintah yang mengakibatkan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap USD, memberi cukup alasan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk kembali melanjutkan pelemahannya di hari Selasa.

Secara teknikal, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada melihat, pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.285-4.310 dan resistance 4.430-4.455.

Berpola menyerupai double black crows lewati lower bollinger bands (MBB). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic lanjut downreversal mendekati area oversold.

"Kurang kondusifnya sentimen membawa IHSG di bawah target support kami (4.555-4.586). Bahkan saat utang gap 4.495-4.504 tertutupi, laju IHSG juga kian longsor. Diperkirakan masih akan melemah, namun pelemahan ini bisa saja mulai berkurang jika pelaku pasar tidak terlalu panik dengan kondisi yang suka tidak suka akan terjadi, terutama dengan kondisi makro dan kemungkinan adanya aksi beli memanfaatkan rendahnya harga saham," kata Reza, Selasa (20/8/2013).

Masih adanya imbas pelemahan di bursa saham AS dan kurang kondusifnya sentimen yang ada membuat IHSG memperpanjang pelemahannya, terutama untuk nilai tukar rupiah yang terus longsor membuat kondisi makin tidak kondusif dan berimbas pada aksi jual berlebihan dari para investor.

Imbas dari pidato kenegaraan Presiden SBY yang menyampaikan asumsi-asumsi makropun juga masih terasa, dimana pelaku pasar menganggap tidak realistisnya asumsi-asumsi yang digunakan.

Imbas negatif pernyataan SBY tersebut terasa begiti kuat, padahal pelemahan yang dialami pada IHSG tidak terjadi di mayoritas bursa saham Asia yang beberapa diantaranya masih dapat bergerak positif antara lain Nikkei, Shanghai dan Shenzen.

Hanya Sensex yang secara nominal hampir sama pelemahannya dengan IHSG dengan turun 387,49 poin meski secara persentase turun 2,08 persen. Padahal berita yang hinggap di bursa saham Asia hampir sama, dimana isu pengurangan stimulus The Fed masih menjadi perhatian para pelaku pasar.

Ditambah lagi dengan makin memerahnya pasar obligasi, dimana yield yang diminta terus meningkat. Di sisi lain, adanya aturan GWM-LDR sebesar 78-92 persen dari sebelumnya 100 persen turut direspon negatif karena dinilai mengurangi likuiditas kredit perbankan.

Pelaku pasar melihat perekonomian Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan data negatif secara bertahap yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, lonjakan inflasi dan peningkatan defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.536,14 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.310,69 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4.313,52.

Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Asnawi Kurang...
3 Alasan Asnawi Kurang Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved