Mayoritas anggaran belanja K/L mengalami penurunan

Selasa, 20 Agustus 2013 - 10:04 WIB
Mayoritas anggaran belanja...
Mayoritas anggaran belanja K/L mengalami penurunan
A A A
Sindonews.com - Anggaran belanja Kementerian atau Lembaga Negara (K/L) pada 2014 pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014, yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Sidang Paripurna DPR-RI mengalami penurunan, kecuali delapan K/L.

Hal ini terkait dengan penurunan nilai total anggaran belanja K/L pada 2014 yang hanya Rp612,653 triliun, atau lebih rendah dibanding anggaran belanja K/L pada 2013 sebesar Rp622,008 triliun.

Dilansir dari laman Setkab, Selasa (20/8/2013), delapan K/L yang mengalami kenaikan anggaran adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari Rp18,381 triliun (2013) menjadi Rp18,711 triliun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dari Rp35,269 triliun menjadi Rp39,151 triliun, Kemendikbud dari Rp79,707 triliun menjadi Rp82,742 triliun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari Rp36,592 menjadi Rp44,743 triliun.

Kemudian Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari Rp8,492 triliun menjadi Rp15,410 triliun, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dari Rp1,857 triliun menjadi Rp3,261 triliun, Lembaga Penyiaran Publik TVRI dari Rp821,3 miliar menjadi Rp1,075 triliun, dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dari Rp935 miliar menjadi Rp1,005 triliun.

Sebagaimana diketahui dalam RAPBN yang diajukan Presiden SBY, alokasi anggaran belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar Rp1.230,3 triliun (11,9 persen dari PDB). Dari jumlah tersebut, sebesar 49,8 persen (Rp612,7 triliun) dialokasikan melalui anggaran Kementerian atau Lembaga (K/L), sementara sebesar 50,2 persen (Rp617,7 triliun) dialokasikan melalui anggaran bendahara umum negara (anggaran non-K/L).

Selain kedelapan K/L yang mengalami kenaikan anggaran itu, bisa dikatakan anggaran belanja hampir semua K/L (78 k/L) pada 2014 mengalami penurunan anggaran dibanding 2013.

Penurunan anggaran terbesar dialami Kementerian Pekerjaan Umum dari Rp83,328 triliun menjadi Rp74,908 triliun, Polri dari Rp47,109 triliun menjadi Rp41,525 triliun, Kementerian Sosial dari Rp16,014 triliun menjadi Rp7,638 triliun dan Badan Penanganan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dari Rp2,053 triliun menjadi Rp845 miliar.

Adapun K/L yang mengalami penurunan anggaran relatif kecil di antaranya adalah MPR dari Rp730,9 miliar menjadi Rp606,5 miliar, DPR dari Rp2,898 triliun menjadi Rp1,784 triliun, BPK dari Rp2,828 triliun menjadi Rp2,695 triliun, Kementerian Sekretariat Negara dari Rp4,347 triliun menjadi Rp3,862 triliun, Kementerian Pertanian dari Rp16,380 triliun menjadi Rp15,470 triliun, dan BKPM dari Rp705,8 miliar menjadi Rp609,1 miliar.

Dalam RAPBN 2014 ini juga masih ada sejumlah K/L yang memiliki anggaran belanja kurang dari Rp100 miliar, yaitu Dewan Ketahanan Nasional sebesar Rp31 miliar (sebelumnya Rp36,5 miliar), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Rp68,7 miliar (sebelumnya Rp72,6 miliar), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebesar Rp65 miliar (sebelumnya Rp79,7 miliar), Komisi Yudisial Rp83,5 miliar (sebelumnya Rp91,6 miliar), Ombudsman RI Rp67 miliar (sebelumnya Rp67,8 miliar), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Rp95 miliar (sebelumnya Rp113,4 miliar).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved