Pengusaha daerah minim akses perbankan

Rabu, 21 Agustus 2013 - 16:27 WIB
Pengusaha daerah minim...
Pengusaha daerah minim akses perbankan
A A A
Sindonews.com - Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Modal Ventura, Safari Azis mengatakan, meski potensi ekspor daerah tinggi, namun para pelaku usaha daerah terutama UKM masih terkendala minimnya akses pembiayaan perbankan.

Menurutnya, banyaknya penerapan syarat yang diberlakukan hingga minimnya pengetahuan pengusaha daerah terhadap ekspor menjadi permasalahan utama yang sering ditemui. Permasalahan itu dipicu atas keterbatasan UKM dalam mengelola keuangan, sehingga menjadi tidak bankable.

"Pengelolaan UKM harus diperkuat mulai dari pengelolaan keuangannya, kemampuan UKM menyusun laporan dan neraca keuangan," kata Safari dalam rilisnya, Rabu (21/8/2013).

Dia mengatakan, pemberlakuan pajak 1 persen bagi UKM yang mempunyai omzet kurang dari Rp4,8 miliar, positif agar UKM bisa mengelola perusahaan secara profesional dengan tata kelola yang baik. Sehingga menjadi bankable.

"Kita harapkan pengenaan pajak itu bisa membuat UKM nantinya bankable, karena akan memperoleh NPWP. Sehingga akses pembiayaan bisa lebih mudah," ujarnya.

Di tengah sulitnya akses pembiayaan dari perbankan, terutama untuk ekspor, pihaknya merekomendasikan kepada para pelaku usaha untuk bisa mengakses permodalan melalui lembaga non perbankan untuk mengembangkan usaha. Sehingga tidak terpaku pada lembaga perbankan saja.

"Bilamana akses ke perbankan masih dirasakan sulit, pengusaha daerah dan UKM bisa mengakses pembiayaan melalui alternatif lain dengan memanfaatkan lembaga non perbankan," terangnya.

Safari mengaku, Kadin Indonesia melalui Palapa Nusantara Berdikari akan membina badan usaha atau pelaku UKM yang memiliki potensi untuk melakukan ekspor. Pembinaan ini dilakukan dari yang duluny tidak bankable menjadi bankable.

"Kadin membentuk Palapa Nusantara Berdikari untuk memberikan pendanaan terhadap UKM-UKM daerah yang berpotensi," tutur dia.

Untuk menggenjot ekspor daerah dengan dukungan akses pembiayaan, Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial telah melakukan klinik bisnis di berbagai provinsi. Antara lain DKI Jakarta, Gorontalo, Bali, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan.

"Palapa Nusantara Berdikari bentukan Kadin ini akan melakukan akselarasi penyaluran dana kepada UKM di daerah-daerah lainnya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
3 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Aguan Sugianto, Pengusaha...
Aguan Sugianto, Pengusaha Sukses Pendiri Agung Sedayu Group
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved