Produksi CPO AALI bertambah 8,2%

Selasa, 27 Agustus 2013 - 10:43 WIB
Produksi CPO AALI bertambah...
Produksi CPO AALI bertambah 8,2%
A A A
Sindonews.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) hingga tujuh bulan pertama tahun ini mencatat kenaikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 8,2 persen menjadi 835.094 ton dibanding periode yang sama 2012 sebanyak 771.678 ton.

Investor Relations AALI Rudy Limardjo mengatakan bahwa naiknya produksi CPO perseroan tidak dibarengi dengan produksi tandan buah segar (TBS). Pada periode tersebut, produksi TBS perseroan justru menurun 4,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Produksi TBS AALI sepanjang Januari-Juli 2013 sebanyak 2,84 juta ton dengan yield rata-rata sebesar 11,86 ton/hektar. Sedangkan Januari-Juli 2012 mencapai 2,98 juta ton," kata dia dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/8/2013).

Penurunan produksi TBS perseroan hingga akhir Juli tahun ini terjadi di kebun wilayah Sumatera sebesar 5,6 persen dari 1,26 juta ton menjadi 1,19 juta ton dan wilayah Kalimantan menyusut 4,9 persen menjadi 1,1 juta ton dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,16 ton.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Sulawesi, yang mengalami penurunan 1,2 persen dari 554.272 ton menjadi 547.724 ton.

Adapun kontribusi produksi TBS sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini dikontribusi dari Sumatera sebesar 42 persen, Kalimantan sekitar 38,7 persen dan Sulawesi 19,3 persen.

Sementara produksi TBS olah meningkat 7,2 persen menjadi 3,75 juta ton dibanding akhir Juli tahun lalu sebanyak 3,5 juta ton. Namun, produksi TBS dari kebun inti menurun 3,4 persen menjadi 2,09 juta ton dari sebelumnya 2,17 juta ton, sedangkan dari kebun eksternal meningkat 24,5 persen menjadi 1,66 juta ton dari 1,33 juta ton.

Produksi komoditas kebun perseroan lainnya, kernel pada akhir Juli 2013 tercatat meningkat sebesar 4,2 persen menjadi 177.444 ton dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 170.235 ton.

Berdasarkan laporan Oil World, Indonesia sejak 2006 menjadi produsen CPO terbesar di dunia dengan produksi mencapai 16,05 juta. Produksi itu di atas Malaysia sebanyak 15,88 juta ton. Bersama Malaysia, Indonesia menguasai lebih dari 85 persen produksi CPO dunia.

Sementara perseoan pada semester I tahun ini mencatat pendapatan bersih turun 2,7 persen menjadi Rp5,5 triluiun dibanding semeter I/2012 senilai Rp5,6 triliun dengan laba bersih susut 25,2 persen menjadi Rp717 miliar dari Rp958,6 miliar.

Penurunan kinerja tersebut merupakan imbas dari turunnya harga CPO sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebesar 15,8 persen menjadi Rp6.638/kilogram (kg) dari Rp7.886/kg pada semester I/2012.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gegara Ini, Laba Astra...
Gegara Ini, Laba Astra Agro Anjlok 56,22%
Kuartal I/2020, Astra...
Kuartal I/2020, Astra Agro Cetak Laba Bersih Rp371 Miliar
Ciptakan Astemic, Astra...
Ciptakan Astemic, Astra Agro Terus Menggali Potensi Pupuk Non Kimia
Soal Rencana Pemblokiran...
Soal Rencana Pemblokiran Pasokan ke Nestle, Begini Tanggapan Astra Agro
Astra Agro Tegaskan...
Astra Agro Tegaskan Komitmen Sustainability
Bantu Pendidikan Warga...
Bantu Pendidikan Warga Sekitar, PT ANA Lakukan Sejumlah Langkah
Berita Terkini
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
7 menit yang lalu
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
18 menit yang lalu
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
33 menit yang lalu
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
1 jam yang lalu
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
2 jam yang lalu
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved