Standar layanan konsumen di Asia meningkat

Selasa, 27 Agustus 2013 - 16:38 WIB
Standar layanan konsumen...
Standar layanan konsumen di Asia meningkat
A A A
Sindonews.com - Konsumen di Asia sudah muak dengan standar layanan yang buruk. Mereka bersedia membayar lebih demi mendapatkan pelayanan yang baik. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan perusahaan Verint.

Menurut Verint, pertumbuhan ekonomi yang pesat di kawasan Asia-Pasifik dalam satu dekade terakhir telah membuat selera masyarakat meningkat. Namun, sebagian besar perusahaan gagal memberikan hal yang diinginkan.

Dari survei, sebagian besar perusahaan di Asia digambarkan memiliki staf yang kasar, prosedur tidak fleksibel, dan kurang responsif terhadap permintaan layanan, hingga membuat klien frustrasi.

"Pertanyaan bukan lagi memiliki akses terhadap barang dan jasa. Sekarang mereka memiliki pilihan dan disposable income ... sehingga layanan menjadi pembeda baru," kata Wilson Chin, wakil presiden pemasaran Verint Asia Pasifik, seperti dilansir dari AFP, Selasa (27/8/2013).

Survei juga dilakukan perusahaan riset pasar Ipsos, terhadap lebih dari 5.800 orang dari Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia dan Jepang. Adapun sektor yang diteliti adalah jasa keuangan, utilitas, hotel, perjalanan, ritel dan sektor telekomunikasi.

Survei menemukan, bahwa hanya 24 persen responden dinilai atas dasar harga jasa. Sementara 45 persen bersedia membayar premi lebih untuk pengalaman berkualitas tinggi.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, konsumen bergerak dari fokus subsisten untuk jasa dan kenikmatan setelah bekerja keras begitu lama. Konsumen Asia ingin menikmati diri mereka sendiri - sehingga mereka ingin diperlakukan dengan baik," kata Chin.

Pengecualian untuk aturan umum Jepang, di mana ada harapan yang tinggi dari kualitas layanan dan hanya 11 persen responden mengalami masalah dengan utilitas - standar yang tinggi di negara tersebut.

Konsumen juga semakin terbuka untuk berbagi pengalaman dengan khalayak yang lebih luas di media sosial, dengan 53 persen mengatakan mereka memposting cerita tentang layanan pelanggan secara online
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved