Tunggu rupiah stabil, perajin rajut kurangi produksi

Rabu, 28 Agustus 2013 - 16:45 WIB
Tunggu rupiah stabil,...
Tunggu rupiah stabil, perajin rajut kurangi produksi
A A A
Sindonews.com - Pelaku usaha khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menunggu upaya pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS agar iklim usaha kembali normal.

Perajin rajut Binong Jati Bandung, Rudi Chaniago mengatakan, pihaknya terpaksa mengurangi volume produksi sembari menunggu stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, yang diharapkan berdampak pada turunnya harga benang.

Perajin, lanjut dia, bisa saja menaikkan harga jual produk rajut kepada konsumen. Namun, dia khawatir daya beli masyarakat menurun.

Saat ini, Rudi lebih memilih mengurangi kapasitas produksi, sembil melakukan lobi-lobi kepada pedagang untuk menaikkan harga produk rajutan dari Rp300 ribu/lusin menjadi Rp320 ribu/lusin.

“Inipun masih menunggu respon pasar seperti apa. Kalau ternyata tidak memungkinkan, ya kita kurangi produksi saja,” ujar dia, Rabu (28/8/2013).

Pengurangan volume produksi, lanjut Rudi, juga dilakukan perjain rajut Binongjati lainnya. Terutama pengusaha yang memiliki mesin antara 10-30 unit. Tapi untuk pengusaha kecil dengan mesin maksimal 5 unit, sebagiannya menghentikan produksi, dan hanya berproduksi berdasarkan pesanan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved