September, 4.000 ton kedelai impor akan masuk Jabar
Kamis, 29 Agustus 2013 - 17:20 WIB
September, 4.000 ton kedelai impor akan masuk Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Sekitar 4.000 ton kedelai impor diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Barat (Jabar) pada September ini. Masuknya ribuan ton kedelai itu diharapkan mampu menstabilkan harga kedelai di pasaran.
Kepala Perum Bulog Divre Jabar dan Banten, Usep Karyana mengatakan, rencana pemerintah mengimpor kedelai sekitar 100 ribu ton akan berdampak bagi Jawa Barat. Jabar diperkirakan akan menerima kuota kedelai impor sekitar 4.000 ton.
"Tahap satu kita akan menerima 4.000 ton kedelai impor. Mudah-mudahan September ini mulai masuk," kata Usep di Bandung, Kamis (29/8/2013).
Menurut dia, saat ini Bulog masih menunggu masuknya kedelai impor yang sedang ditangani Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI. Kedelai tersebut, akan di distribusikan melalui Perum Bulog sebagaimana tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) No 32/2013 tentang Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai.
Selain mengelola kedelai impor, Bulog juga akan menyerap kedelai lokal untuk pengamanan pasokan komoditas tersebut. Usep menjelaskan, Bulog nantinya akan bekerja sama dengan Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) untuk pendistribusian kedelai impor di Jawa Barat.
Kedelai tersebut, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan perajin tahu dan tempe. Sementara sisanya akan di pasok ke pasar untuk kebutuhan masyarakat umum.
Kepala Perum Bulog Divre Jabar dan Banten, Usep Karyana mengatakan, rencana pemerintah mengimpor kedelai sekitar 100 ribu ton akan berdampak bagi Jawa Barat. Jabar diperkirakan akan menerima kuota kedelai impor sekitar 4.000 ton.
"Tahap satu kita akan menerima 4.000 ton kedelai impor. Mudah-mudahan September ini mulai masuk," kata Usep di Bandung, Kamis (29/8/2013).
Menurut dia, saat ini Bulog masih menunggu masuknya kedelai impor yang sedang ditangani Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI. Kedelai tersebut, akan di distribusikan melalui Perum Bulog sebagaimana tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) No 32/2013 tentang Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai.
Selain mengelola kedelai impor, Bulog juga akan menyerap kedelai lokal untuk pengamanan pasokan komoditas tersebut. Usep menjelaskan, Bulog nantinya akan bekerja sama dengan Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) untuk pendistribusian kedelai impor di Jawa Barat.
Kedelai tersebut, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan perajin tahu dan tempe. Sementara sisanya akan di pasok ke pasar untuk kebutuhan masyarakat umum.
(izz)
Lihat Juga :