Sepi pembeli, tahu di Banjarnegara untuk pakan ternak

Senin, 02 September 2013 - 12:19 WIB
Sepi pembeli, tahu di...
Sepi pembeli, tahu di Banjarnegara untuk pakan ternak
A A A
Sindonews.com - Dampak mahalnya harga kedelai juga dirasakan penjual tahu dan tempe eceran di pasar tradisional Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng).

Sepinya pembeli menyebabkan dagangan tahu milik pedagang yang hanya bertahan satu hari menumpuk dan rusak. Pedagang pun terpaksa membuangnya untuk pakan ternak.

Harga kedelai impor yang terus melambung hingga Rp9.200 per kilogram (kg), kini mulai dirasakan dampanya oleh pedagang tahu eceran di pasar tradisonal Banjarnegara, Jateng. Mereka mulai mengurangi ukuran tahu dan adanya campuran tahu menggunakan kedelai lokal.

Dina, penjual tahu eceran di daerah tersebut mengatakan, tahu yang dijualnya tidak diminati pembeli. Jika pada hari biasa, pedagang mampu menjual hingga 1.000 butir per hari. "Saat ini hanya terjual 400 hingga 500 butir sehari," katanya, Senin (2/9/2013).

Sepinya pembeli ini mulai dirasakan sejak sepekan terakhir. Sementara akibat stok dagangan yang menumpuk dan tidak laku, membuat tahu yang hanya bisa bertahan satu hari mulai rusak dan membusuk sehingga pedagang terpaksa membuangnya untuk pakan ikan lele.

Menurutnya harga kedelai impor yang terus melambung membuat pedagang tahu terus merugi. Omzet yang mereka peroleh pun menurun drastis hingga 50 persen. Sementara para perajin tahu saat ini banyak yang memilih untuk menghentikan produksinya.

Para pedagang tahu dan tempe berharap, pemerintah serius menangani masalah ini. Karena, jika harga kedelai terus melambung dan tidak terkendali, maka tidak hanya perajin tahu dan tempe yang mengalami gulung tikar, namun pedagang tahu dan tempe eceran pun dipastikan akan menghentikan usaha dagangganya karena terus merugi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved