Tahu-tempe terancam hilang di pasar pekan depan

Kamis, 05 September 2013 - 12:43 WIB
Tahu-tempe terancam...
Tahu-tempe terancam hilang di pasar pekan depan
A A A
Sindonews.com - Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syariffudin meminta izin kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar dapat melakukan mogok produksi tahu dan tempe pada 8-11 September atau mulai Senin (9/9/2013).

Alhasil, makanan yang menjadi favorit masyarakat Indonesia ini terancam hilang di pasaran pekan depan. Pihaknya berharap agar pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat terutama para perajin tempe dan tahu menengah ke bawah. Karena dengan penetapan harga kedelai sekarang banyak perajin yang mengurangi jumlah produksi dan mengurangi pegawai.

"Sekarang perajin tempe dan tahu banyak yang mengurangi produksinya dengan mengurangi jumlah pegawai. Karena itu Senin besok sampai tanggal 11 September, kami akan mogok produksi. Kami berharap ada keberpihakan ke masyarakat menengah ke bawah," paparnya di Gedung KPPU, Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Aip curhat bahwa pihaknya sudah tidak bisa menahan lagi harga kedelai di kisaran Rp8.900 sampai Rp10 ribu dan membuat menderita 150 ribu perajin tempe dan tahu.

"Ada yang sebelumnya produksi 70 kg per hari, saat ini jadi 50 kg per hari, yang terkena imbasnya adalah perajin kecil. Sedangkan yang besar masih bisa menyesuaikan. Itulah yang terjadi saat ini," ungkapnya.

Dia mengatakan, Peraturan Menteri Perdagangan mengenai Stabilitas Harga Kedelai (SHK) yang ditetapkan sebesar Rp7.000 dan terus melonjak higga SHK baru Rp7.700 ditambah gejolak pelemahan rupiah terhadap USD membuat harga kedelai makin gonjang-ganjing. "Gejolak rupiah kemarin membuat harga makin enggak karuan," pungkas Aip.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved