Stanchart akan genjot porsi kredit UKM jadi 20%

Kamis, 05 September 2013 - 15:17 WIB
Stanchart akan genjot...
Stanchart akan genjot porsi kredit UKM jadi 20%
A A A
Sindonews.com - Standard Chartered Bank Indonesia (Stanchart) mengumumkan komitmennya untuk semakin gencar menyalurkan kredit ke sektor usaha kecil menengah (UKM). Setidaknya perseroan berencana meningkatkan porsi kredit UKM menjadi 20 persen sebelum 2018.

General Manager SME Banking Stanchart Indonesia Micha Tampubolon mengatakan, saat ini porsi kredit UKM mencapai 10 persen dari total kredit perseroan. Perseroan menganggap perlu meningkatkan porsi tersebut menjadi di atas 20 persen sesuai dengan perintah regulasi yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI).

"Ini merupakan bagian dari fokus kami terkait regulasi yang berlaku," ujar Micha saat ditemui di Jakarta, kamis (5/9/2013).

Menurut Micha, penambahan porsi kredit ini juga sesuai dengan tren pertumbuhan kredit UKM stanchart setiap tahunnya. Pada tahun 2012 pertumbuhan kredit UKM perusahaan mencapai 40 persen.

"Dan tahun ini tampaknya sama seperti tahun lalu, akan tumbuh 40 persen dari tahun sebelumnya. Namun angkanya masih belum bisa disampaikan," ujarnya.

Sementara itu, Stanchart Group Head of SME Sales Management and Customer Offerings Christopher Dalo mengatakan, segmen UKM telah tumbuh hampir dua kali lipat laju PDB di sebagian pasar, dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 10-20 persen setiap tahunnya di seluruh cabang Stanchart di Asia, Afrika dan Timur tengah.

Melihat pertumbuhan dan peranan penting UKM bagi perekonomian, perusahaan akan memperkuat penawaran solusi perbankan bagi nasabah UKM. "Kami berambisi menjadi bank internasional terkemuka untuk sektor UKM, serta membangun segmen ini menjadi bisnis multi miliar dolar dalam dua hingga tahun kedepan," ujar Dalo dalam kesempatan yang sama.

Dia juga mengatakan, Stanchart berinovasi dan memperkuat penawaran solusi perbankannya guna mendukung pertumbuhan sektor UKM. Hal ini dilakukan dengan menperkuat sejumlah fasilitas, seperti online banking, e-tax (fasilitas pembayarn pajak) hingga menyiapkan spesialis dan solusi lindung nilai (hedging).

"Saat ini terdapat 700.000 nasabah UKM stanchart di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia hampir 5.000 nasabah. Diharapkan dengan inovasi yang kami lakukan jumlah itu terus bertambah," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Untuk Pertama Kali Acara...
Untuk Pertama Kali Acara Tahunan 'WOW' Diadakan Virtual
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Digital dalam Pengelolaan Keuangan Korporasi
PRUFast Permudah Masyarakat...
PRUFast Permudah Masyarakat Mengakses Perencanaan Pensiun
Standard Chartered Uji...
Standard Chartered Uji Agunan Kripto dengan OKX
Bidik Nasabah Mapan,...
Bidik Nasabah Mapan, Perusahaan Asuransi Gandeng Perbankan
Survei Stanchart: Gara-gara...
Survei Stanchart: Gara-gara Corona Penghasilan 50% Warga RI Drop
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved