Rusia dan China peringatkan dampak akhir stimulus AS

Kamis, 05 September 2013 - 15:54 WIB
Rusia dan China peringatkan...
Rusia dan China peringatkan dampak akhir stimulus AS
A A A
Sindonews.com - Rusia dan China memperingatkan akhir program pembelian obligasi Federal Reserve AS (Fed) bisa berdampak besar pada perekonomian dunia. Mereka pun mendesak untuk berhati-hati.

Berbicara menjelang dimulainya KTT G-20, ketika isu ekonomi dan Suriah akan menjadi agenda utama, tuan rumah Rusia dan China, ekonomi terbesar kedua di dunia, menegaskan kekhawatiran mereka tentang rencana pengurangan kebijakan stimulus besar multi-miliar dolar Fed.

Zhu Guangyao, wakil menteri keuangan China mendesak Amerika Serikat untuk sadar atas efek spillover dan bekerja memberikan kontribusi bagi stabilitas pasar keuangan global serta pemulihan stabil ekonomi dunia.

"Negara-negara yang telah menghadapi arus keluar modal terbesar baru-baru ini juga memiliki fundamental cukup lemah," timpal Koordiator KTT Rusia, Ksenia Yudayeva, menunjukkan bahwa kedua faktor domestik dan internasional yang bermain dalam ekonomi yang paling bermasalah, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (5/9/2013).

Ketua Fed Ben Bernanke memicu aksi lepas mata uang, saham dan obligasi pada Mei, mengangkat upaya pengurangan pembelian obligasi USD85 miliar per bulan.

Secara luas diperkirakan, bulan ini, Fed mengambil langkah pertama untuk mengurangi stimulus moneter luar biasa, dengan implikasi berpotensi besar untuk sistem keuangan global yang telah datang bergantung pada pasokan murah dan dolar berlimpah.

India juga menyatakan keprihatinan tentang akhir dari program stimulus moneter. "Saya pikir harus ada pernyataan yang sangat kuat pada G20 yang memiliki konsensus tentang kekhawatiran tentang efek spillover," ujar Arvind Mayaram, ekonomi urusan sekretaris di Kementerian Keuangan India.

"Saya pikir jika pernyataan yang kuat dibuat dua poin, itu akan memiliki dampak besar yang menenangkan pasar di negara berkembang," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
27 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
51 menit yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved