Kadin tuding ada kartel kedelai

Jum'at, 06 September 2013 - 14:06 WIB
Kadin tuding ada kartel...
Kadin tuding ada kartel kedelai
A A A
Sindonews.com - Ketua Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E ) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Didik J. Rachbini menuding adanya praktek kartel di Tanah Air yang menyebabkan melonjaknya harga kedelai saat ini.

"Kedelai, indikasi kartel itu ada. Kartel terjadi dalam kuota impor yang diberikan pemerintah. Itu terlihat bahwa Bulog itu dipinggirkan dari sekitar 500 ribu ton yang dialokasikan untuk kuota," kata Didik di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dirinya mensinyalir, ada perusahaan-perusahaan yang dalam prakteknya diprioritaskan untuk memperoleh hak importasi kedelai. Tidak tanggung-tanggung, Didik bahkan sampai menyebutkan inisial perusahaan kartel tersebut.

"Itu ada yang diprioritaskan. Perusahaan F itu diberi prioritas. Separuh dari kuota itu dan di dalam penerima kuota itu, yang lain pengekor juga. Ini saya kira pemerintah mencermati," ujarnya.

Perum Bulog sebelumnya meminta agar ada semacam cadangan pasokan pada komoditas kedelai seperti adanya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog untuk menstabilkan harga ke depannya.

"CBP kita punya, jadi kalau harga naik bisa dilempar. Cadangan Kedelai Pemerintah (CKP) juga sebaiknya ada dan enggak usah banyak-banyak agar merawat jaringan ini. Ketika harga naik tinggal dikeluarkan," ujar Direktur Pengembangan Usaha Bulog, Rinto Angki belum lama ini.

Pihaknya mengaku hanya meminta pasokan kedelai dari pemerintah dengan sistem berkala atau setiap bulan agar cukup untuk dijadikan CKP. Selain itu, Rinto juga mengimbau pemerintah agar Bulog dimasukkan dalam forum stabilisasi harga kedelai untuk membantu mengintervensi pasar apabila diperlukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga kedelai impor di pasaran saat ini terus melambung. Kondisi ini membuat pengusaha kecil khususnya perajin tahu dan tempe menjerit. Bahkan, tidak sedikit perajin yang gulung tikar akibat mahalnya harga kedelai.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved