Upah kemahalan, tekstil RI disalip Vietnam

Jum'at, 06 September 2013 - 14:33 WIB
Upah kemahalan, tekstil...
Upah kemahalan, tekstil RI disalip Vietnam
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia Ade Sudrajat menerangkan, tingginya biaya buruh tanpa diimbangi dengan tingkat produktifitas yang sepadan membuat industri tekstil Indonesia harus puas nongkrong di posisi enam atau kalah saing dengan negara tetangga, seperti Vietnam yang sudah melesat ke posisi tiga.

"Teksil Indonesia sudah 40 tahun melakukan ekspor. Tapi Vietnam baru 10 tahun dan sudah di peringkat tiga sekarang. Di tahun 2012, kita secara resmi dikalahkan oleh Vietnam," kata Ade di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Padahal, lanjut Ade, pada tahun 2000 lalu, Vietnam pertama kali bergelut di pasar tekstil dengan urutan ke-22, jauh dari posisinya sekarang. Namun setelah 10 tahun, Vietnam berhasil menuju peringkat tiga.

"Indonesia dari dulu sampai sekarang masih saja di posisi enam," cetusnya.

Dirinya mengatakan, selain kebijakan pajak terhadap industri yang dinilai tidak mendukung, masalah upah juga dipandang sebagai biang keladi sulitnya industri tekstil di Tanah Air untuk berkembang.

"Beda denga Vietnam yang lebih murah upah pekerjanya dibanding di Indonesia. Di sana upah USD75, di sini USD200," sambungnya.

Tergambar jelas bagaimana perbedaan daya saing antara Vietnam dan Indonesia. Bandingkan saja nilai eskpor kedua negara dari sektor tekstil.

"Pada 2012, Indonesia mengekspor tekstil dan produk tekstil senilai USD12,5 milar, sedangkan Vietnam sudah mencapai USD18 miliar. Tahun ini, kita perkirakan ekspor Indonesia bisa naik hingga USD13,3. Bagaimana dengan Vietnam?" tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved