Kedubes Thailand luncurkan AEC Business Support Center

Jum'at, 06 September 2013 - 16:44 WIB
Kedubes Thailand luncurkan...
Kedubes Thailand luncurkan AEC Business Support Center
A A A
Sindonews.com - Atase Perdagangan Kedutaan Besar Thailand di Indonesia resmi meluncurkan ASEAN Economic Community (AEC) Business Support Center di Indonesia, Jumat (6/9/2013).

AEC Business Support Center yang baru terbentuk pada Mei 2013, didirikan oleh Departemen Promosi Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Thailand untuk memudahkan informasi, network dalam memudahkan perusahaan Thailand berinvestasi di negara tujuan di wilayah ASEAN.

"Pusat informasi bisnis ini dapat memberikan informasi bisnis bagi perusahaan Thailand yang ingin berinvestasi di negara tujuan maupun sebaliknya, bagi perusahaan negara ASEAN yang ingin berinvestasi di ASEAN," ujar Kepala Atase Perdagangan Thailand untuk Indonesia Vilasinee Nonsrichai.

Menurutnya, fasilitas yang bisa diperoleh dari pusat informasi bisnis ini antara lain, peraturan serta regulasi dan aturan pajak yang berhubungan dengan investasi di ASEAN.

Fasilitas lainnya meliputi konsultasi mengenai perdagangan dan bahan baku industri, serta memberikan informasi tentang kecocokan bisnis antara negara ASEAN dan Thailand pada khususnya.

Vilasinee melanjutkan dengan adanya AEC Business Support Center ini diharapkan nilai perdagangan antara Indonesia-Thailand maupun sebaliknya akan terus meningkat.

"Penting bagi kita untuk terus membina hubungan perdagangan antara Indonesia dan Thailand, karena kedua negara memiliki potensi yang besar," pungkasnya.

Untuk diketahui total nilai perdagangan antara Indonesia dan Thailand pada tahun kalender 2013 (Januari-Juli) senilai USD12,072 miliar. Sedangkan total nilai perdagangan antara kedua negara pada 2012 sebesar USD19,304 miliar atau naik dari 2011 sebesar USD17,454 miliar.

Sementara, Indonesia menjadi mitra ekspor paling strategis bagi Thailand di ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) dengan prosentase ekspor sebesar 41,72 persen mengalahkan Malaysia (19,26 persen), Vietnam (17,37 persen), dan Filipina (16,05 persen).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved