Kadin: Wajar harga kedelai naik gara-gara rupiah
Jum'at, 06 September 2013 - 17:30 WIB
Kadin: Wajar harga kedelai naik gara-gara rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Kadin Indonesia, Thomas Darmawan mengatakan, tingginya harga kedelai akhir-akhir ini sudah bersifat internasional.
Karena itu, apabila rupiah terdepresiasi, maka otomatis harga kedelai juga otomatis akan naik secara signifikan. "Harga kedelai pasti naik walaupun pemerintah telah menghapuskan bea masuk kedelai sebesar 5 persen," kata Thomas di Kedutaan Besar Thailand, Jakarta, Jumat (6/9/2013).
Thomas berharap, rupiah tidak terdepresiasi lebih jauh lagi karena akan mengakibatkan kenaikan harga kedelai secara berkelanjutan. "Saya hanya berharap nilai tukar dolar (USD) enggak terlalu tinggi," ujarnya.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah mulai lakukan stok kedelai agar harga kedelai tetap ditentukan pemerintah dan bukan pedagang. Apalagi ditambah sifat harga kedelai yang internasional, di mana China juga gemar mengimpor kedelai dari AS dalam jumlah banyak.
"Pemerintah jangan hanya melihat problem kedelai ini sepotong, padahal dari satu tahun atau enam bulan sebelumnya kedelai itu bisa distok untuk mengatur harga," pungkas Thomas.
Karena itu, apabila rupiah terdepresiasi, maka otomatis harga kedelai juga otomatis akan naik secara signifikan. "Harga kedelai pasti naik walaupun pemerintah telah menghapuskan bea masuk kedelai sebesar 5 persen," kata Thomas di Kedutaan Besar Thailand, Jakarta, Jumat (6/9/2013).
Thomas berharap, rupiah tidak terdepresiasi lebih jauh lagi karena akan mengakibatkan kenaikan harga kedelai secara berkelanjutan. "Saya hanya berharap nilai tukar dolar (USD) enggak terlalu tinggi," ujarnya.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah mulai lakukan stok kedelai agar harga kedelai tetap ditentukan pemerintah dan bukan pedagang. Apalagi ditambah sifat harga kedelai yang internasional, di mana China juga gemar mengimpor kedelai dari AS dalam jumlah banyak.
"Pemerintah jangan hanya melihat problem kedelai ini sepotong, padahal dari satu tahun atau enam bulan sebelumnya kedelai itu bisa distok untuk mengatur harga," pungkas Thomas.
(izz)
Lihat Juga :