Petani tembakau Jabar khawatirkan pajak daerah

Jum'at, 06 September 2013 - 18:38 WIB
Petani tembakau Jabar...
Petani tembakau Jabar khawatirkan pajak daerah
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat (Jabar), Yana Suryana mengatakan, kenaikan pajak rokok daerah akan berimbas ke semua sektor, termasuk petani tembakau di kawawan ini.

Peningkatan pajak rokok dipastikan akan menaikkan harga jual rokok dan dikhawatirkan mengganggu penjualan. Penurunan penjualan, maka akan berdampak terhadap petani tembakau.

“Petani tembakau pasti akan terkena imbasnya,” ujar dia di Bandung, Jumat (6/9/2013).

Di Jabar, lanjut Yana, ada sekitar 86.000 kepala keluarga yang bertani tembakau. Dalam satu tahun, Jabar rata-rata mampu memproduksi sekitar 8.200 ton tembakau. Tembakau-tembakau tersebut diproduksi menjadi rokok mole, tembakau sak (kasar), tembakau hitam, dan tembakau krosok.

Pada dasarnya, tambah Yana, APTI tidak menampik rencana pemerintah menaikkan pajak rokok. Asalkan kenaikan pajak tersebut dimaksudkan untuk pengembangan petani tembakau. Selama ini, perhatian pemerintah terhadap petani tembakau masih sangat kurang. Padahal pemerintah bisa membantu petani tembakau dalam bentuk budidaya bibit, serta bantuan lainnya kepada kelompok tani tembakau.

Terlebih, akhir akhir ini petani tembakau di Jabar dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang mendukung yang menyebabkan kualitas produksi menurun. Akibatnya, keuntungan yang didapat petani semakin minim. Saat ini, harga tembakau rata-rata dijual Rp30-60 ribu/kg.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved