Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya

Jum'at, 04 April 2025 - 14:20 WIB
loading...
Tarif Impor Terbaru...
Tarif timbal balik terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bakal menjadi pukulan paling keras terhadap beberapa negara termiskin di dunia. Foto/Dok RT
A A A
JAKARTA - Tarif timbal balik terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump bakal menjadi pukulan paling keras terhadap beberapa negara termiskin di dunia. Tarif impor Trump menempatkan industri ekspor padat karya di negara miskin berada dalam risiko melambat.

Kamboja menjadi negara yang terkena tamparan tarif impor Trump paling tinggi di Asia yakni mencapai 49%, sedangkan raksasa manufaktur garmen Bangladesh diganjar tarif 37%. Sementara Myanmar yang baru saja dihantam gempa bumi dahsyat pekan lalu hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang, AS memberlakukan bea masuk 45%.

Lalu ada negara Afrika Selatan, Lesotho merasakan tarif tertinggi dari negara manapun yaitu sebesar 50%. Baca Juga: 20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?

"Oh, lihat Kamboja, 97%," kata Trump di Gedung Putih, mengundang tawa saat dia menunjuk pada pungutan yang dikenakan AS terhadap negara Asia Tenggara itu.

"Mereka menghasilkan banyak uang dengan Amerika Serikat," ungkapnya seperti dilansir Bloomberg.

Rata-rata orang Kamboja berpenghasilan sekitar USD6,65 per hari atau setara Rp109 ribu (dengan kurs Rp16.482 per USD), menurut data Bank Dunia, kurang dari seperlima dari rerata global.

Kebijakan tarif Trump terbaru yang disebut sebagai 'hari pembebasan' berpotensi memicu krisis ekonomi makin dalam pada negara-negara termiskin di dunia. Terlebih pemerintahan Trump telah membatalkan ribuan kontrak bantuan utama yang selama beberapa dekade menegaskan kehadiran AS di seluruh dunia.

Dampak dari kehilangan bantuan AS, sudah dirasakan Myanmar dan seluruh Afrika, sementara China terlihat dengan cepat mengisi kekosongan di beberapa tempat seperti Kamboja.

"Ini adalah bencana. Tarif hampir 50% dalam semalam tidak mungkin dapat diantisipasi," kata Deborah Elms, kepala kebijakan perdagangan di Hinrich Foundation.

Disebut juga olehnya bahwa, banyak dari negara-negara tersebut sebelumnya memiliki akses bebas tarif ke AS sebagai Negara Kurang Berkembang. Deborah Elms juga menambahkan, mereka mungkin beralih ke pasar Eropa, Jepang dan Australia sebagai pengganti permintaan yang lemah di tempat-tempat seperti China.

Penghitungan tarif yang diterapkan AS berdasarkan rumus yang membagi surplus perdagangan suatu negara dengan Amerika dengan total ekspornya, berdasarkan data dari Biro Sensus AS untuk tahun 2024. Jumlah itu kemudian dibagi dua, menghasilkan tarif "diskon".

Metode ini berarti Madagaskar, salah satu negara termiskin di dunia dan produsen vanila terbesar bakal terkena tarif impor 47%.

Efek Tarif Trump terhadap Afrika

Menteri perdagangan Afrika Selatan, Parks Tau mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (3/4) waktu setempat bahwa timnya tidak mengerti bagaimana AS menilai bahwa Afrika Selatan akan dikenakan tarif 30%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Kejagung Tunggu Hasil...
Kejagung Tunggu Hasil Penyidikan Polri soal Penggeledahan Sejumlah Lokasi
Peta Persaingan Hatchback...
Peta Persaingan Hatchback Crossover EV 2026: BAIC T1 vs BYD Dolphin, Aion UT, GWM Ora, dan MG S5 EV
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Berita Terkini
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved