KKP tingkatkan keamanan produk pangan ekspor

Jum'at, 06 September 2013 - 18:44 WIB
KKP tingkatkan keamanan...
KKP tingkatkan keamanan produk pangan ekspor
A A A
Sindonews.com - Ekspor produk perikanan Indonesia pada kuartal pertama 2013 telah menyentuh angka USD3,9 juta. Nilai ekspor ini berjalan paralel dengan perbaikan pengendalian mutu dan keamanan pangan atau food safety yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Keamanan pangan, tidak bisa ditawar. Bahan tambahan formalin, borak atau mercury sekecil apapun akan menggagalkan produk perikanan masuk ke pasar," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Achmad Poernomo dalam rilisnya, Jumat (6/9/2013).

Ketentuan keamanan pangan atau food safety, kata Achmad, merupakan syarat mutlak bagi setiap produk perikanan yang akan masuk pasar ekspor. Setiap negara sangat ketat pada ketentuan penerapan keamanan pangannya.

Bahkan, mereka berbeda menerapkan ketentuan berdasarkan risk assessment (RA) masing-masing negara. Ahmad menjelaskan, RA merupakan proses penilaian yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko atau bahaya yang mungkin terjadi pada produk perikanan.

"Upaya pengendalian mutu harus dibarengi dengan risk assessment. Untuk produk perikanan, kendatipun harga RA mahal, tetapi tetap harus dilakukan. Assessment bisa semakin kuat, bisa menopang pengendalian mutu dan keamanan pangan," tegasnya.

Menurutnya, untuk meminimalkan biaya risk assessment, bisa dilakukan kerja sama antar berbagai instansi dan institusi terkait. Untuk produk perikanan, risk assessment bisa dilakukan dengan asosiasi, perguruan tinggi serta lembaga yang berkompeten seperti Kementerian Perindustrian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta para stakeholder perikanan.

"Risk assessment harus dibarengi dengan survei. Termasuk pemeriksaan terhadap masing-masing orang. Apalagi setiap orang berbeda kekuatannya dalam menerima bahan kimia. Prosedur seperti ini sudah dilakukan BPOM dan ITB dalam melakukan riset keamanan pangan," terangnya.

KKP, lanjut dia, sudah memiliki alat pendeteksi bahan berbahaya yang terdapat pada produk perikanan. Untuk mendeteksi formalin atau borak, kini konsumen tidak perlu lama menunggu hasil laboratorium.

"KKP telah menciptakan Kit Antilin, sebagai alat pendeteksi kandungan bahan berbahaya yang terdapat pada ikan. Sebenarnya kualitas ikan masih bisa dinegosiasikan, misalnya warna tidak apa-apa. Namun untuk kandungan bahan berbahaya demi keamanan pangan, tidak bisa ditolerir," jelas Achmad.

Produk ekspor perikanan paling banyak didominasi adalah udang dan tuna. Kemudian menyusul produk rumput laut kering. Sedangkan pasar terbesar masih didominasi Amerika dengan nilai USD1,2 miliar per tahun. Kedua, Jepang USD800 juta dan ketiga Uni Eropa (27 negara) dengan nilai USD400 juta sampai USD500 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Memperkuat Ketahanan...
Memperkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat Melalui Perikanan Tangkap dan Budidaya
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
14 menit yang lalu
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
1 jam yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
1 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
3 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
4 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved