Awal pekan, IHSG diperkirakan positif
Senin, 09 September 2013 - 08:44 WIB
Awal pekan, IHSG diperkirakan positif
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.000-4.030 dan resistance 4.118-4.132.
"IHSG sempat masuk dalam kisaran target support kami (3.992-4.029) dan berhasil keluar meski belum menyentuh target resisten (4.133-4.142). Diharapkan kenaikan yang terjadi dapat membuka peluang penguatan lanjutan," kata Reza, Senin (9/9/2013).
Potensi penguatan ini, lanjut Reza, menyusul penguatan pada penutupan IHSG pekan kemarin, dimana berbeda halnya dengan sehari sebelumnya dibuka menguat lalu berakhir melemah. Di akhir pekan, IHGS sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan, namun jelang akhir sesi hinggap di zona hijau.
Laju nilai tukar rupiah yang masih longsor dan sempat adanya ekspektasi penurunan cadangnan devisa di bulan Agustus sempat membuat IHSG tertekan.
"Akan tetapi, pelemahan di tengah kenaikan sejumlah bursa saham Asia membuat IHSG terlihat anomali. Bahkan India yang beberapa waktu sebelumnya sempat anjlok, kini perlahan mulai rebound," pungkasnya.
Sementara IHSG masih saja betah dengan pergerakan fluktuatifnya. Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.072,35 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.012,68 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.072,35.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Makin membaiknya rilis data-data ketenagakerjaan AS memberikan sentimen yang positif bagi laju bursa saham Asia. Di sisi lain, penguatan bursa saham Asia juga dipicu membaiknya laju nilai rupee India setelah mengalami penurunan terdalam seiring dengan langkah bank sentralnya melonggarkan aturan pinjaman luar negeri.
Selain itu, kenaikan leading economic Jepang dan ekspektasi peningkatan aktivitas bisnis di China dengan diberlakukannya free trade zone.
Bursa saham mengakhiri pekan kemarin dengan penguatan setelah pelaku pasar berekspektasi tappering off stimulus The Fed akan dilakukan secara perlahan dan tidak sekaligus seiring rilis nonfarm payrolls yang di bawah estimasi.
"IHSG sempat masuk dalam kisaran target support kami (3.992-4.029) dan berhasil keluar meski belum menyentuh target resisten (4.133-4.142). Diharapkan kenaikan yang terjadi dapat membuka peluang penguatan lanjutan," kata Reza, Senin (9/9/2013).
Potensi penguatan ini, lanjut Reza, menyusul penguatan pada penutupan IHSG pekan kemarin, dimana berbeda halnya dengan sehari sebelumnya dibuka menguat lalu berakhir melemah. Di akhir pekan, IHGS sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan, namun jelang akhir sesi hinggap di zona hijau.
Laju nilai tukar rupiah yang masih longsor dan sempat adanya ekspektasi penurunan cadangnan devisa di bulan Agustus sempat membuat IHSG tertekan.
"Akan tetapi, pelemahan di tengah kenaikan sejumlah bursa saham Asia membuat IHSG terlihat anomali. Bahkan India yang beberapa waktu sebelumnya sempat anjlok, kini perlahan mulai rebound," pungkasnya.
Sementara IHSG masih saja betah dengan pergerakan fluktuatifnya. Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.072,35 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.012,68 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.072,35.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Makin membaiknya rilis data-data ketenagakerjaan AS memberikan sentimen yang positif bagi laju bursa saham Asia. Di sisi lain, penguatan bursa saham Asia juga dipicu membaiknya laju nilai rupee India setelah mengalami penurunan terdalam seiring dengan langkah bank sentralnya melonggarkan aturan pinjaman luar negeri.
Selain itu, kenaikan leading economic Jepang dan ekspektasi peningkatan aktivitas bisnis di China dengan diberlakukannya free trade zone.
Bursa saham mengakhiri pekan kemarin dengan penguatan setelah pelaku pasar berekspektasi tappering off stimulus The Fed akan dilakukan secara perlahan dan tidak sekaligus seiring rilis nonfarm payrolls yang di bawah estimasi.
(rna)
Lihat Juga :