Ditinjau, KPPN Jakarta I siap jaga reputasi

Senin, 09 September 2013 - 20:26 WIB
Ditinjau, KPPN Jakarta...
Ditinjau, KPPN Jakarta I siap jaga reputasi
A A A
Sindonews.com - Penilaian Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) tingkat Kementerian Keuangan telah memasuki minggu keempat.

Minggu ini, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I mendapat giliran untuk ditinjau oleh tim penilai yang terdiri dari Biro Organisasi dan Tata Laksana Charmaida Tjokrosuwarno, Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Dedi Rudaedi, dan Tenaga Pengkaji Bidang Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan Teguh Wiyono.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tata Suntara yang turut hadir, KPPN sedang dalam transformasi untuk proses implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) dan modernisasi kantor pelayanan.

“Artinya seluruh KPPN sudah punya standar bisnis yang sama,” ujar Tata dalam siaran persnya, Senin (9/9/2013).

Di kesempatan yang sama, Kepala KPPN Jakarta I Arie Prajoga Wiyata, mengatakan, KPPN Jakarta I mempunyai kekhasan dibanding KPPN lainnya, karena dengan 59 orang pegawainya, KPPN Jakarta I mengelola dana pagu yang cukup besar yaitu sekitar Rp63 triliun.

Selain itu, KPPN Jakarta I juga melayani K/L yang cukup strategis seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Sekretariat Negara dan juga Kementerian Luar Negeri.

Ketua tim penilai yaitu Charmaida mengajak para undangan yang merupakan stakeholders KPPN untuk menyampaikan kesan dan kritiknya, atas pelayanan yang diberikan selama ini.

“Bersama-sama kita menilai kantor percontohan. Saya mengapresiasi para pengguna layanan yang telah meluangkan waktunya. Tim penilai hanya memasukkan nilai-nilai, tapi pengguna layanan lah yang merasakan dan menilai sendiri,” jelasnya.

Sebagai salah satu perwakilan stakeholders, wakil satker dari Kementerian Luar Negeri menyampaikan harapannya agar motto “kepuasan anda, reputasi kami” dapat terus ditingkatkan. Ia juga berharap bahwa otomatisasi birokrasi dapat segera dilakukan.

Karena dengan adanya otomatisasi birokrasi, satker dapat memperkecil permasalah dalam pengurusan di KPPN, sehingga memperkecil pula usaha-usaha untuk melakukan “jalan pintas”.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Kelembagaan dan Kebijakan...
Kelembagaan dan Kebijakan Ekonomi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Kemenag Segera Miliki...
Kemenag Segera Miliki Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah
Kemendes PDT dan Transmigrasi...
Kemendes PDT dan Transmigrasi Ajak ISSF Sosialisasikan PP No. 11/2021 Terkait Kelembagaan BUMDES
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
2 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
3 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
3 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
3 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
4 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved