SMBR pastikan Baturaja II dibangun sesuai jadwal
Selasa, 10 September 2013 - 14:48 WIB
SMBR pastikan Baturaja II dibangun sesuai jadwal
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mengaku harus mencermati rencana proyek pembangunan pabrik Baturaja II dengan estimasi pendanaan Rp2,5 triliun lantaran terganggu masalah volatilitas nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini.
"Padahal, study yang kami lakukan sudah dari tahun lalu ketika rupiah masih di level Rp9.500/USD," kata Direktur Utama SMBR Pamudji Rahardjo di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (10/9/2013).
Dengan adanya pergolakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), Pamudji menyatakan, menyebabkan perseroan sulit menghitung asumsi pendanaan yang akurat terkait proyek pembangunan pabrik tersebut.
Kendati demikian, dirinya menegaskan bahwa proyek tersebut dipastikan akan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami pemunduran pengerjaan. Hanya saja, kata dia, akan ada sejumlah perjanjian yang perlu dikaji ulang.
"Nutup itu gampang asal bank bisa melihat feasibilitas dibalik ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, opsi yang akan dilakukan, yakni antara mengurangi pembangunan fasilitas atau bagian lain yang diefisienkan seperti masalah delivery harganya.
"Jadi, proyek tetap berjalan, hanya kerja samanya saja yang diatur. Proyeknya masih sesuai jadwal. Lagipula, membangun pabrik kan lama, bisa mencapai 30 bulan dan tidak ada yang tahu kondisi ke depannya seperti apa. Bisa saja tahun depan jelek, tapi tahun berikutnya malah bagus," tutur Pamudji.
Sekedar mengingatkan, pabrik Baturaja II rencananya akan dibangun pada kuartal IV tahun ini dengan kapasitas produksi mencapai 1,85 juta ton per tahun sehingga kapaitas total produksi semen perseroan bisa menjadi 3,85 juta ton per tahun. Pabrik ini ditargetkan akan rampung pada akhir 2016 mendatang.
"Padahal, study yang kami lakukan sudah dari tahun lalu ketika rupiah masih di level Rp9.500/USD," kata Direktur Utama SMBR Pamudji Rahardjo di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (10/9/2013).
Dengan adanya pergolakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), Pamudji menyatakan, menyebabkan perseroan sulit menghitung asumsi pendanaan yang akurat terkait proyek pembangunan pabrik tersebut.
Kendati demikian, dirinya menegaskan bahwa proyek tersebut dipastikan akan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami pemunduran pengerjaan. Hanya saja, kata dia, akan ada sejumlah perjanjian yang perlu dikaji ulang.
"Nutup itu gampang asal bank bisa melihat feasibilitas dibalik ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, opsi yang akan dilakukan, yakni antara mengurangi pembangunan fasilitas atau bagian lain yang diefisienkan seperti masalah delivery harganya.
"Jadi, proyek tetap berjalan, hanya kerja samanya saja yang diatur. Proyeknya masih sesuai jadwal. Lagipula, membangun pabrik kan lama, bisa mencapai 30 bulan dan tidak ada yang tahu kondisi ke depannya seperti apa. Bisa saja tahun depan jelek, tapi tahun berikutnya malah bagus," tutur Pamudji.
Sekedar mengingatkan, pabrik Baturaja II rencananya akan dibangun pada kuartal IV tahun ini dengan kapasitas produksi mencapai 1,85 juta ton per tahun sehingga kapaitas total produksi semen perseroan bisa menjadi 3,85 juta ton per tahun. Pabrik ini ditargetkan akan rampung pada akhir 2016 mendatang.
(rna)
Lihat Juga :