Harga minyak di dunia perpanjang kerugian

Selasa, 10 September 2013 - 20:13 WIB
Harga minyak di dunia...
Harga minyak di dunia perpanjang kerugian
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini semakin melemah, setelah kekhawatiran pasar atas rencana serangan militer AS terhadap Suriah mereda dan produksi di Libya secara bertahap kembali pulih.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, merosot USD1,52 menjadi USD112,20 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Oktober, turun USD1,87 ke USD107,65 per barel.

"Proposal Rusia yang akan melihat Suriah menempatkan senjata kimia di bawah kontrol internasional membantu meringankan kekhawatiran pasokan minyak," kata analis broker Sucden, Kash Kamal, seperti dilansir dari AFP, Selasa (10/9/2013).

"Kedua patokan harga bulan depan (Oktober), telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena meningkatnya kekhawatiran atas dampak dari serangan militer AS yang mendorong pasar minyak," tambahnya.

Minyak mentah berjangka pada Senin (9/8/2013), mulai jatuh dari angka tertinggi dalam 28 bulan, yang dicapai pada Jumat (6/9/2013) lalu, atas ketegangan serangan terhadap Suriah antara AS dan Rusia.

Patokan harga di New York, pekan lalu melonjak USD110,53 per barel, level tertinggi sejak Mei 2011.

Pedagang disita pada terobosan dalam krisis Suriah setelah Rusia mengusulkan rencana untuk mencegah serangan ke Damaskus dengan mengamankan kesepakatan untuk menghancurkan senjata kimia .

Presiden AS Barack Obama mengatakan langkah itu sebagai terobosan signifikan, mengurangi kekhawatiran serangan yang banyak analis khawatir bisa menimbulkan konflik yang lebih luas di wilayah kaya minyak Timur Tengah.

Kondisi pasar yang ketat juga telah mereda berkat pemulihan bertahap produksi minyak mentah di Libya. Di mana ekspor minyak Libya sempat anjlok lebih dari 70 persen pada Agustus, akibat blokade polisi dan penjaga keamanan, yang memaksa terminal ekspor tutup.

Sliman Qajam, anggota komite energi parlemen Libya menyebutkan, bahwa produksi minyak negara telah kembali pulih menjadi 600.000 barel per hari, dan semua terminal ekspor akan dibuka kembali pada pertengahan pekan depan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
2 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
3 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
4 jam yang lalu
Paxel Sediakan Lounge...
Paxel Sediakan Lounge Logistik untuk Jastip di PRJ 2026
6 jam yang lalu
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
6 jam yang lalu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved